RADAR KUDUS — Keputusan pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea, untuk pasang badan menjadi kuasa hukum bagi mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, berbuntut panjang.
Langkah hukum yang diambil Hotman tersebut secara mengejutkan memicu pergolakan internal yang panas di dalam lingkaran keluarganya sendiri.
Putra sulung Hotman, Frank Alexander Hutapea, secara terbuka meluapkan kekecewaan mendalam dan melayangkan kritik tajam terhadap keputusan sang ayah.
Melalui platform media sosial pribadi, Frank yang juga berprofesi sebagai praktisi hukum menilai keputusan ayahnya telah mencederai nilai-nilai idealisme serta konsistensi moral yang selama ini digembar-gemborkan di ruang publik.
Kritik Pedas Frank Hutapea: "Orang Miskin Hanya Jadi Senjata Marketing"
Dinamika perselisihan antara ayah dan anak ini seketika memicu kehebohan di tengah netizen, mengingat keluarga besar Hotman Paris selama ini dikenal sangat kompak, terutama saat mengawal kasus-kasus hukum berskala nasional.
Melalui unggahan di cerita Instagram miliknya (@frankalexand3r), Frank secara blak-blakan menyindir motivasi di balik kesediaan Hotman mendampingi Febrie Adriansyah dalam pusaran kasus dugaan korupsi besar yang menyita barang bukti emas seberat 74 kg dan uang tunai ratusan miliar rupiah.
"Orang miskin itu cuman dijadiin senjata marketing aja. He never really cares, he only cares about being the center of attention (Dia tidak pernah benar-benar peduli, dia hanya ingin menjadi pusat perhatian saja)," tulis Frank dengan nada menyindir yang sangat telak.
Desak Pembubaran Akun Bantuan Hukum "Hotman 911"
Frank bahkan menambahkan pernyataan emosional dengan menyebut tindakan memanfaatkan penderitaan masyarakat kecil demi kepentingan komersial bisnis sebagai perbuatan yang "lebih hina dari hina".
Kontras dengan Pembelaan Hotman Paris yang Mengaku "Panggilan Hati"
Sikap kritis yang ditunjukkan Frank Hutapea ini menjadi sangat kontras apabila disandingkan dengan pernyataan resmi Hotman Paris sebelumnya.
Pasca-mendampingi pemeriksaan Febrie di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Hotman sempat sesumbar di hadapan awak media bahwa keterlibatannya dalam kasus mantan Jampidsus ini sama sekali tidak didasari oleh motivasi finansial atau bayaran materiil.
Hotman memastikan tarif profesionalnya sebagai lawyer papan atas terlalu mahal, sehingga keputusannya membantu Febrie diklaim murni sebagai aksi sosial yang setara dengan bantuan hukum cuma-cuma yang biasa ia berikan di program "Hotman 911".
Bagi sang anak, narasi "panggilan hati" tersebut dianggap hanyalah kosmetik pencitraan publik yang tidak lagi memiliki kejujuran substansi.
Hingga saat ini, perseteruan terbuka di media sosial antara ayah dan anak tersebut masih menjadi sorotan hangat, dan publik masih menunggu apakah Hotman Paris akan memberikan klarifikasi atau jawaban langsung guna meredam kritik internal dari putra sulungnya tersebut. (*)