Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Investasi Batam Tembus Rp44 Triliun, Naik 72 Persen dan Lampaui Target Pemerintah

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 16 Juli 2026 | 17:08 WIB
Ilustrasi Uang
Ilustrasi Uang

RADAR KUDUS - Batam semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan investasi paling strategis di Indonesia. Sepanjang 2025, realisasi investasi di kawasan ini mencapai Rp44,01 triliun, melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya sekaligus melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah.

Pencapaian tersebut disampaikan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI pada Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, tingginya investasi menjadi salah satu indikator bahwa perekonomian Batam terus menunjukkan tren pertumbuhan yang solid di tengah dinamika ekonomi global.

Investasi Naik Hampir 73 Persen

Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Batam sepanjang 2025 mencapai Rp44,01 triliun.

Angka tersebut meningkat sekitar 72,83 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang sebesar Rp25,46 triliun.

Capaian itu juga melampaui target investasi yang dipatok sebesar Rp36,9 triliun, atau setara 118,97 persen dari sasaran yang telah ditetapkan.

Kinerja tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Batam yang didukung kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone/FTZ), infrastruktur industri, serta letaknya yang strategis di jalur pelayaran internasional dekat Singapura dan Malaysia.

PMDN Menjadi Motor Pertumbuhan

Salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan investasi adalah meningkatnya Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

BP Batam mencatat realisasi PMDN tumbuh hingga 125,86 persen dibandingkan target yang ditetapkan pada 2025.

Di sisi lain, Penanaman Modal Asing (PMA) juga tetap menunjukkan kinerja positif. Meski pertumbuhannya lebih moderat, investasi asing masih meningkat sekitar 47,81 persen, menandakan minat investor internasional terhadap Batam tetap terjaga.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa selain menarik modal global, Batam juga semakin diminati investor domestik sebagai lokasi pengembangan industri, manufaktur, logistik, hingga sektor jasa.

Pertumbuhan Ekonomi Melampaui Nasional

Tidak hanya investasi, Batam juga mencatat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

Pada triwulan IV 2025, ekonomi Batam tumbuh 7,49 persen. Secara kumulatif sepanjang tahun, pertumbuhan ekonomi mencapai 6,76 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran 5,11 persen.

Sementara itu, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Batam pada 2025 tercatat mencapai sekitar Rp253,6 triliun.

Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas industri, perdagangan, ekspor, dan investasi tetap menjadi penggerak utama ekonomi Batam.

Awal 2026 Langsung Lampaui Target

Momentum positif tersebut berlanjut pada 2026.

Selama triwulan I 2026, realisasi investasi Batam telah mencapai sekitar Rp17,4 triliun.

Nilai itu setara lebih dari dua kali lipat target triwulan pertama yang ditetapkan sekitar Rp8 triliun, atau tumbuh 102,85 persen.

Capaian awal tahun tersebut menjadi sinyal bahwa tren pertumbuhan investasi di Batam masih berlanjut dan berpotensi mencatatkan rekor baru apabila konsisten hingga akhir tahun.

Neraca Perdagangan Tetap Surplus

Dari sektor perdagangan internasional, Batam juga membukukan hasil positif.

Sepanjang 2025, neraca perdagangan kawasan tersebut mencatat surplus sekitar US$1,96 miliar.

Surplus tersebut mencerminkan kuatnya aktivitas ekspor dari berbagai sektor industri, terutama elektronik, manufaktur, galangan kapal, komponen industri, hingga produk bernilai tambah lainnya.

Sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, Batam memang menjadi salah satu basis ekspor terbesar di Indonesia, terutama untuk pasar Asia dan negara-negara ASEAN.

Tata Kelola Keuangan Semakin Baik

Selain mencatat pertumbuhan ekonomi dan investasi, BP Batam juga melaporkan peningkatan tata kelola keuangan.

Lembaga tersebut kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), menjadikannya 10 kali berturut-turut berhasil mempertahankan opini tertinggi dalam audit laporan keuangan pemerintah.

Pada sisi neraca, total aset BP Batam per 31 Desember 2025 meningkat sekitar Rp171,33 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

Di saat yang sama, piutang usaha berhasil ditekan sebesar 22,56 persen atau sekitar Rp129,20 miliar, menunjukkan pengelolaan keuangan yang semakin efisien.

Sementara itu, saldo anggaran lebih (SAL) meningkat 54,53 persen, dari sekitar Rp855,23 miliar menjadi Rp1,32 triliun.

Menurut BP Batam, peningkatan SAL tersebut akan menjadi modal fiskal untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pelayanan investasi, serta berbagai program strategis sepanjang 2026.

Batam Terus Perkuat Daya Saing

Dalam beberapa tahun terakhir, Batam terus memperkuat daya tarik investasi melalui berbagai kebijakan, termasuk penyederhanaan perizinan, pembangunan kawasan industri baru, peningkatan kapasitas pelabuhan dan bandara, serta pengembangan ekosistem manufaktur berteknologi tinggi.

Posisi geografis yang berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka juga menjadi keunggulan kompetitif yang membuat Batam tetap menjadi salah satu destinasi utama investasi di Indonesia.

Dengan pertumbuhan investasi yang melampaui target, ekonomi yang tumbuh di atas rata-rata nasional, serta kinerja fiskal yang semakin sehat, Batam dinilai memiliki fondasi yang kuat untuk terus menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus pintu masuk investasi di kawasan Asia Tenggara.

Editor : Mahendra Aditya
investasi Batam 2025 realisasi investasi Batam ekonomi Batam PMDN Batam bp batam