Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Pertamina Siapkan Sanksi Tegas untuk Sopir Tangki BBM yang Ganggu Distribusi di Medan

Ali Mustofa • Kamis, 16 Juli 2026 | 15:53 WIB
Papan bertuliskan Biosolar dalam pengiriman terpajang di sebuah SPBU Pertamina di Jalan Outer Ringroad, Jakarta, Jumat (26/06/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
Papan bertuliskan Biosolar dalam pengiriman terpajang di sebuah SPBU Pertamina di Jalan Outer Ringroad, Jakarta, Jumat (26/06/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

RADAR KUDUS – PT Pertamina Patra Niaga memastikan akan menjatuhkan sanksi tegas kepada awak mobil tangki (AMT) atau sopir pengangkut bahan bakar minyak (BBM) yang terbukti melakukan pelanggaran hingga mengganggu kelancaran distribusi BBM di wilayah Medan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan perusahaan tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan yang berpotensi menghambat penyaluran energi kepada masyarakat.

Menurutnya, penegakan disiplin merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keamanan operasional, keselamatan kerja, serta kualitas layanan distribusi BBM.

"Kami tidak memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran yang dapat mengganggu keandalan distribusi BBM. Seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal," ujar Kitty dalam keterangan resminya.

Ia menjelaskan, langkah penindakan tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan BBM tetap tersalurkan secara tepat waktu dan dalam jumlah yang sesuai kebutuhan masyarakat.

Pertamina juga memastikan kebijakan tersebut tidak akan mengganggu operasional distribusi di wilayah Medan.

Menurut Kitty, kondisi penyaluran BBM ke seluruh SPBU di Medan kini telah kembali normal.

Persediaan bahan bakar juga dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Lonjakan konsumsi BBM, lanjutnya, dipicu oleh meningkatnya mobilitas masyarakat seiring dimulainya kembali aktivitas sekolah dan perkantoran.

Kebutuhan BBM di Medan tercatat naik sekitar 5 hingga 10 persen dibandingkan rata-rata konsumsi harian.

Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan tersebut, Pertamina Patra Niaga memperkuat sistem distribusi dengan menambah 10 unit mobil tangki operasional dan 30 unit mobil tangki spot charter.

Selain itu, perusahaan juga menurunkan tambahan 34 Awak Mobil Tangki (AMT) dari Fuel Terminal terdekat serta mendapat dukungan 16 personel dari Bekangdam guna mempercepat proses distribusi.

Optimalisasi juga dilakukan dengan mengoperasikan Fuel Terminal Medan dan sejumlah SPBU selama 24 jam penuh. Upaya ini membuahkan hasil positif.

Pada 14 Juli 2026, realisasi penyaluran BBM mencapai 104 persen dari target harian dengan mengoperasikan 149 unit mobil tangki atau sekitar 115 persen dari target armada.

Saat ini, operasional Fuel Terminal Medan telah kembali berjalan normal dan distribusi BBM ke seluruh SPBU berlangsung lancar.

Pertamina Patra Niaga juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta berbagai pihak terkait untuk menjaga keandalan pasokan energi.

Di akhir keterangannya, Kitty menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu mempercepat pemulihan distribusi BBM.

Ia juga mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan sehingga penyaluran dapat terus berjalan lancar dan pasokan tetap terjaga.

 
 
Editor : Ali Mustofa
Sopir Tangki BBM mobil tangki pertamina SPBU pertamina medan