RADAR KUDUS — Perum Bulog mencatat bahwa penyerapan beras telah mencapai sekitar 3,2 juta ton sampai akhir Juni—pertengahan Juli 2026, yang merupakan 80–83 persen dari target pengadaan tahunan 4 juta ton yang ditetapkan pemerintah untuk tahun 2026, sehingga memperkuat cadangan beras nasional.
Perum Bulog melaporkan penyerapan beras yang cukup besar hingga pertengahan tahun 2026.Sampai 29 Juni, jumlah beras yang berhasil diserap mencapai lebih dari 3,2 juta ton, dan angka ini diakui kembali pada paruh pertama Juli 2026.
Direktur Utama Perum Bulog mengatakan bahwa angka tersebut mencapai 80 sampai 83 persen dari target 4 juta ton untuk tahun ini.
Hal ini menunjukkan bahwa proses pengadaan beras dari petani semakin cepat, yaitu dengan menyerap gabah terlebih dahulu sebelum diproses menjadi beras yang disimpan sebagai cadangan pemerintah.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Soroti Utang Luar Negeri RI yang Kian Dekat Rp8.000 Triliun
Capaian juga membantu meningkatkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola oleh Bulog. Stok CBP tercatat mencapai rekor antara 5,18 sampai 5,4 juta ton pada awal hingga pertengahan Juli 2026.
Bulog menyatakan bahwa pencapaian penyerapan tersebut didorong oleh upaya mempercepat penyerapan gabah dari berbagai daerah yang telah mencapai atau melebihi target daerahnya, termasuk beberapa provinsi yang melaporkan pemenuhan target sebelum waktunya.
Kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah serta kerja sama dengan pihak terkait di tingkat lokal juga menjadi faktor yang mendukung penyerapan lebih cepat, sehingga stok CBP meningkat tanpa mengabaikan proses penyerapan yang dilakukan oleh para petani.
Baca Juga: Usulan Baru BPIH 2027 Naik ke Rp107 Juta per Jemaah
Serapan 3,2 juta ton pada masa tersebut, Bulog sedang berada di jalur untuk mencapai target 4 juta ton akhir tahun, dan masih ada penyerapan yang harus dilakukan di semester kedua tahun 2026.
Hasil ini menunjukkan peningkatan stok beras pemerintah yang membantu menjaga ketersediaan pangan nasional hingga akhir tahun 2026. (*)
Editor : Anita Fitriani