RADAR KUDUS — Harga ayam dan telur di kalangan peternak mulai mengalami peningkatan pada pertengahan Juli 2026 setelah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diaktifkan kembali.
Kenaikan tersebut membuat para pelaku di sektor peternakan mulai merasakan perbaikan harga setelah sebelumnya sempat tertekan.
Badan Pangan Nasional mencatat bahwa harga ayam dan telur kembali meningkat berkat keberlangsungan program MBG serta pulihnya permintaan di pasar.
Harga telur di kalangan peternak tercatat berada di antara Rp20 ribu hingga Rp21 ribu per kilogram, sementara harga ayam hidup mencapai sekitar Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.
Baca Juga: Prabowo Subianto Resmi Terapkan B50, Penghematan Devisa Capai Rp170 Triliun
Pemerintah juga telah menetapkan harga acuan baru mulai 15 Juli 2026, yakni ayam hidup seharga Rp19. 500 per kilogram dan telur ayam Rp24. 000 per kilogram di kalangan peternak.
Kenaikan harga ini merupakan kabar positif bagi peternak, karena harga yang sebelumnya melemah mulai bergerak ke arah yang lebih baik.
Pemerintah menyatakan bahwa kebijakan harga acuan bertujuan untuk memastikan peternak mendapatkan keuntungan yang sesuai, sambil menjaga harga di tingkat konsumen agar tetap stabil.
Baca Juga: Pertamina Jalankan Penataan Anak Usaha, 31 Entitas Dipangkas
Berbagai media juga menyoroti bahwa pengaktifan kembali MBG turut meningkatkan serapan telur dan ayam dari peternak, sehingga kondisi pasar pelan-pelan membaik.
Jika permintaan dari MBG dan pasar umum tetap terjaga, ada kemungkinan harga ayam dan telur akan bertahan pada level yang lebih menguntungkan bagi peternak.
Dengan situasi seperti ini, Juli 2026 menjadi waktu yang krusial untuk pemulihan harga kedua komoditas protein ini. (*)
Editor : Anita Fitriani