Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Gunung Anak Krakatau Erupsi 19 Kali, PVMBG Pertahankan Status Siaga dan Larang Aktivitas Dekat Kawah

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 13 Juli 2026 | 17:36 WIB
Gunung anak krakatau yang erupsi.
Gunung anak krakatau yang erupsi.

RADAR KUDUS - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat gunung api aktif tersebut telah mengalami 19 kali erupsi sepanjang periode 2 Juni hingga 11 Juli 2026.

Hingga kini, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga) dengan pemantauan intensif yang dilakukan selama 24 jam.

Peningkatan aktivitas ini membuat otoritas vulkanologi kembali mengingatkan masyarakat, wisatawan, serta nelayan agar tidak memasuki zona berbahaya di sekitar kawah.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mitigasi untuk meminimalkan risiko akibat erupsi, lontaran material pijar, maupun aktivitas vulkanik lain yang sewaktu-waktu dapat meningkat.

PVMBG Catat 19 Kali Erupsi Sejak Awal Juni

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno, mengatakan aktivitas vulkanik Anak Krakatau masih berfluktuasi.

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, gunung api yang berada di kawasan Selat Sunda itu mengalami 19 kali erupsi dalam rentang waktu sekitar 40 hari.

Menurutnya, petugas terus melakukan pemantauan tanpa henti guna mengamati perkembangan aktivitas magma maupun potensi peningkatan erupsi.

"Sejak 2 Juni hingga 11 Juli 2026 telah tercatat 19 kali erupsi. Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih bersifat fluktuatif sehingga pemantauan dilakukan selama 24 jam," ujar Suwarno.

Selain pengamatan langsung, PVMBG juga memanfaatkan berbagai instrumen pemantauan kegempaan dan deformasi gunung api untuk mendeteksi perubahan aktivitas secara dini.

Status Naik Menjadi Level III (Siaga)

Meningkatnya aktivitas vulkanik pada awal Juli menjadi dasar Badan Geologi melalui PVMBG menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Status Siaga menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan dibanding kondisi normal, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi seluruh rekomendasi yang dikeluarkan pemerintah.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada rekomendasi evakuasi massal karena aktivitas masih berada dalam kategori yang dapat dipantau secara intensif.

PVMBG menegaskan evaluasi status dilakukan secara berkala berdasarkan perkembangan data kegempaan, deformasi tubuh gunung, emisi gas vulkanik, serta hasil pengamatan visual di lapangan.

Aktivitas Kegempaan Masih Tinggi

Selain erupsi, alat pemantau juga masih merekam aktivitas kegempaan vulkanik serta embusan gas dari kawah.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pasokan magma di bawah permukaan masih aktif sehingga potensi erupsi susulan tetap ada.

Asap kawah juga masih terlihat keluar dari puncak Gunung Anak Krakatau dengan intensitas yang berubah-ubah mengikuti dinamika aktivitas vulkaniknya.

Karena itu, petugas terus melakukan pengamatan visual setiap hari untuk mendeteksi perubahan tinggi kolom abu maupun karakter letusan.

Masyarakat dan Nelayan Diminta Jauhi Radius 2 Kilometer

PVMBG kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

Larangan tersebut berlaku bagi wisatawan, nelayan, maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda.

Zona tersebut dinilai memiliki risiko tinggi terhadap lontaran batu pijar, awan panas skala lokal, maupun material vulkanik lain yang dapat membahayakan keselamatan.

Nelayan yang beroperasi di sekitar Selat Sunda juga diminta selalu memperbarui informasi mengenai aktivitas gunung api dan kondisi cuaca sebelum melaut.

Waspadai Informasi Hoaks

Di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik, PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Seluruh perkembangan mengenai status Gunung Anak Krakatau diharapkan hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan PVMBG, Badan Geologi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), maupun pemerintah daerah setempat.

Langkah ini penting untuk mencegah kepanikan akibat beredarnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Anak Krakatau Masih Menjadi Salah Satu Gunung Api Paling Aktif

Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api yang muncul setelah letusan dahsyat Gunung Krakatau pada 1883. Hingga kini, Anak Krakatau termasuk salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dan terus mengalami pertumbuhan akibat aktivitas erupsi yang berulang.

Karena karakteristiknya yang dinamis, kawasan ini menjadi salah satu fokus pemantauan utama PVMBG, terutama setelah beberapa kali mengalami peningkatan aktivitas dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan status Level III (Siaga) yang masih berlaku, masyarakat diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi seluruh rekomendasi resmi demi keselamatan bersama.

Editor : Mahendra Aditya
#status Gunung Anak Krakatau #erupsi Anak Krakatau 2026 #Gunung Anak Krakatau Siaga #gunung anak krakatau #pvmbg