Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Wangi Indonesia di Bucaramanga: 5 Pelajar Muda Borong Medali Olimpiade Fisika Dunia

uinbroadcasting • Senin, 13 Juli 2026 | 11:05 WIB
5 pelajar SMA Indonesia sukses borong medali di International Physics Olympiad 2026, Kolombia, kalahkan ratusan peserta dari 93 negara!
5 pelajar SMA Indonesia sukses borong medali di International Physics Olympiad 2026, Kolombia, kalahkan ratusan peserta dari 93 negara!

RADAR KUDUS - Prestasi gemilang kembali ditorehkan pelajar Indonesia di kancah internasional.

Tim Olimpiade Fisika Indonesia sukses memborong lima medali sekaligus dalam ajang bergengsi ke-56 International Physics Olympiad (IPhO) 2026 yang digelar di Bucaramanga, Kolombia, pada 4-12 Juli 2026.

Pencapaian ini semakin istimewa mengingat kompetisi tahun ini diikuti oleh 381 peserta dari 93 negara, terdiri dari 87 negara peserta dan 6 negara observer.

Dari ajang tersebut, Indonesia berhasil meraih satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu.

Berikut daftar lengkap lima pelajar Indonesia yang berhasil mengharumkan nama bangsa:

Keberhasilan kelima siswa terbaik ini tidak lepas dari bimbingan intensif dua leader pendamping yang mengawal mereka selama kompetisi, yakni Budhy Kurniawan R dari Universitas Indonesia (UI) dan Getbogi Hikmawan dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Proses pengujian ketat dan tahap moderasi dilaksanakan pada Jumat, 10 Juli 2026, dilanjutkan dengan acara pengumuman peraih medali sekaligus penutupan resmi pada Sabtu, 11 Juli 2026 waktu setempat.

Tim Indonesia dijadwalkan kembali ke tanah air pada Minggu, 12 Juli 2026, menempuh rute penerbangan panjang dari Bucaramanga menuju Bogota, Panama City, Istanbul, hingga akhirnya tiba di Jakarta.

Perjalanan kelima pelajar ini menuju panggung dunia bukanlah proses instan.

Mereka harus melewati seleksi berjenjang yang dikelola Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), mulai dari Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K), tingkat Provinsi (OSN-P), hingga tingkat nasional (OSN), sebelum akhirnya mengikuti serangkaian pembinaan dan seleksi nasional yang intensif untuk mengamankan tiket ke Kolombia.

Selama masa karantina pembinaan, para peserta mendapat pendalaman materi fisika tingkat lanjut mencakup mekanika, elektromagnetisme, teori kuantum, optika, termodinamika, fisika statistik, hingga teori relativitas dipadukan dengan praktikum laboratorium, tes harian, dan simulasi ujian komprehensif.

Sang peraih emas, Evan Syatia To, sebenarnya bukan wajah baru di kancah olimpiade internasional.

Sebelum berlaga di IPhO, ia lebih dulu meraih medali emas di ajang Asian Physics Olympiad (APhO) 2026 yang digelar di Busan, Korea Selatan, pada Mei lalu.

Menariknya, Evan mengaku awalnya lebih mendalami bidang matematika sebelum akhirnya jatuh hati pada fisika.

Ia menyebut fisika sebagai ilmu paling fundamental karena mampu menjelaskan fenomena alam yang kompleks melalui pendekatan matematika yang lebih sederhana dan terstruktur.

Usai berjuang mengharumkan nama bangsa, tim menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih mendalam kepada seluruh pihak pendukung program pembinaan, mulai dari Puspresnas, Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bogota, hingga FMIPA Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung. (wa)

Editor : Ali Mustofa
#ipho02026 #olimpiade fisika #prestasi indonesia #pelajar indonesia #kolombia