Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Tragedi di Pantura Indramayu, Rombongan Pengantin Alami Kecelakaan Maut, 13 Orang Meninggal, Begini Kronologinya

Ali Mustofa • Senin, 13 Juli 2026 | 09:01 WIB
Ilustrasi kecelakaan maut mobil pikap dengan dua truk yang mengakibatkan 13 orang meninggal (ai)
Ilustrasi kecelakaan maut mobil pikap dengan dua truk yang mengakibatkan 13 orang meninggal (ai)

RADAR KUDUS – Perjalanan pulang usai menghadiri pesta pernikahan berubah menjadi tragedi di Jalur Pantura.

Tepatnya di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Minggu (12/7/2026). 

Kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah mobil pikap dan dua truk tersebut menewaskan 13 orang, sementara lima korban lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan.

Berdasarkan keterangan kepolisian, seluruh korban merupakan penumpang mobil pikap yang membawa rombongan usai menghadiri resepsi pernikahan.

Kendaraan yang dikemudikan Warkidi itu melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta sebelum memperlambat laju untuk berputar arah di area u-turn.

Saat hendak berbelok, sebuah truk Hino bernomor polisi B 9260 TEV yang melaju searah diduga tidak sempat menghindar dan menghantam bagian belakang mobil pikap dengan keras.

Benturan tersebut membuat pikap terdorong hingga melewati pembatas jalan dan masuk ke jalur berlawanan.

Nahas, pada saat bersamaan dari arah Jakarta menuju Cirebon melaju truk lain bernomor polisi E 8846 BA.

Tabrakan kedua pun tak dapat dihindari sehingga mobil pikap yang mengangkut belasan penumpang itu ringsek parah di bagian depan maupun belakang.

Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif Hidayat, mengatakan total terdapat 18 korban dalam kecelakaan tersebut.

Tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan 10 korban lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Lima korban selamat masih dirawat di RS Bhayangkara Losarang dan RS Mitra Plumbon Widasari.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan kendaraan yang terlibat, serta memeriksa para pengemudi untuk kepentingan penyelidikan.

Guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan, Polres Indramayu akan melibatkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) dari Polda Jawa Barat agar kronologi tabrakan dapat direkonstruksi secara menyeluruh.

Tragedi ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko kecelakaan di Jalur Pantura, terutama saat arus lalu lintas padat.

Aparat mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati, menjaga jarak aman, dan memastikan kondisi lalu lintas sebelum melakukan manuver seperti berputar arah.

Editor : Ali Mustofa
#tragedi di jalur pantura #mobil pikap #meninggal dunia #Indramayu #kepolisian