Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Mengapa Melewatkan Sarapan Justru Bikin Cepat Gemuk? Ini Penjelasan Medis dr. Hans Tandra Soal Pankreas yang 'Ngantuk'

Ghina Nailal Husna • Kamis, 9 Juli 2026 | 14:54 WIB
Ilustrasi sarapan
Ilustrasi sarapan

 

RADAR KUDUS — Di tengah padatnya ritme kaum urban, melewatkan sarapan pagi (skipping breakfast) kerap dianggap sebagai solusi praktis untuk menghemat waktu atau bahkan memotong asupan kalori demi menurunkan berat badan.

Namun, dalam kacamata medis, kebiasaan ini justru menjadi bumerang yang berbahaya bagi metabolisme tubuh. 

Pakar kesehatan, dr. Hans Tandra, secara tegas mengingatkan bahwa absennya sarapan pagi merupakan salah satu pemicu utama mengapa seseorang menjadi lebih mudah gemuk dan rentan mengalami obesitas.

Baca Juga: Geger! Dugaan Aliran Dana Kasus Mega Korupsi Menyeret Jampidsus, Polisi Temukan Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar

Mengatur waktu makan secara konsisten sangat krusial bagi jam biologis tubuh (ritme sirkadian), terutama bagi kesehatan organ dalam seperti pankreas. Melewatkan makan pagi dinilai dapat membuat metabolisme tubuh menjadi kacau.

Dampak Fatal Skip Sarapan: Pankreas Jadi 'Lemot' dan Insulin Resisten

Menurut dr. Hans Tandra, tubuh manusia membutuhkan ritme yang jelas agar organ-organ tubuh dapat bekerja secara sinkron.

Ketika seseorang sengaja mengabaikan sarapan, efek domino yang buruk langsung terjadi pada sistem pengolahan energi tubuh.

Proses terjadinya penimbunan lemak akibat melewatkan sarapan dapat diperinci sebagai berikut:

  • Pankreas Menjadi 'Ngantuk': Tanpa adanya asupan makanan di pagi hari, pankreas yang berfungsi memproduksi hormon insulin menjadi tidak terstimulasi dengan baik atau menjadi 'lemot'. Organ ini kebingungan dalam menentukan kapan harus melepaskan insulin secara optimal untuk mengatur karbohidrat.

  • Insulin Tidak Aktif secara Efektif: Karena jeda kosong yang terlalu lama sejak makan malam hari sebelumnya, sensitivitas tubuh terhadap insulin menurun. Kondisi ini memicu terjadinya insulin resisten (resistensi insulin), di mana sel-sel tubuh tidak merespons hormon insulin dengan baik untuk mengubah gula menjadi energi.

  • Penimbunan Lemak dan Obesitas: Akibat insulin tidak bekerja secara efektif, kalori yang masuk dari makanan di waktu berikutnya (seperti makan siang yang berlebihan akibat kelaparan) tidak dapat diolah menjadi energi secara efisien. Tubuh justru akan langsung mengonversinya menjadi cadangan lemak jenuh, yang secara akumulatif memicu obesitas.

Filosofi 'Sarapan Seperti Raja': Kebutuhan Energi Kaum Urban

Pentingnya Energi Pagi: Dr. Hans Tandra mengibaratkan bahwa porsi dan urgensi sarapan pagi itu layaknya hidangan untuk seorang "Raja".

Hal ini didasari oleh fakta bahwa pagi hari adalah waktu di mana intensitas aktivitas fisik dan mental manusia berada pada titik tertingginya.

Bagi para pekerja komuter yang setiap hari mengandalkan transportasi publik seperti KRL (Kereta Rel Listrik), energi yang dibutuhkan sejak matahari terbit sangatlah besar.

Berjalan cepat mengejar jadwal kereta, berdesakan di dalam gerbong, hingga berlarian di antara peron stasiun membutuhkan kalori instan yang siap pakai.

Setelah tiba di meja kerja pun, tubuh tidak berhenti membakar energi. Aktivitas kognitif seperti berpikir, menganalisis data, dan mengambil keputusan di kantor mengonsumsi glukosa dalam jumlah yang signifikan dari dalam darah.

Baca Juga: Dobrak Pintu Rahasia di Sentul, Polisi Sita Brankas Berisi Uang Ratusan Miliar dan 74 Kilogram Emas Batangan

 Jika otak dipaksa bekerja keras tanpa pasokan nutrisi awal dari sarapan, kinerja seseorang dipastikan akan menurun drastis (brain fog).

Oleh karena itu, memulai hari dengan sarapan yang kaya akan serat, protein, dan karbohidrat kompleks adalah langkah wajib untuk mengaktifkan fungsi insulin secara efektif.

Jangan lagi melewatkan sarapan jika Anda ingin menjaga berat badan tetap ideal sekaligus menjaga kebugaran tubuh sepanjang hari. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#dr Hans Tandra sarapan #bahaya melewatkan sarapan pagi #penyebab resistensi insulin obesitas #fungsi pankreas atur karbohidrat #tips mencegah penimbunan lemak