PACITAN – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,3 mengguncang wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Selasa (7/7/2026). Berdasarkan analisis awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami dan hingga kini belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa.
Meski magnitudonya tergolong kecil, BMKG tetap mengimbau masyarakat agar tidak panik dan selalu mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang terkait perkembangan situasi.
Gempa Terjadi Siang Hari
BMKG mencatat gempa terjadi pada pukul 14.49 WIB.
Hasil analisis menunjukkan episentrum berada di koordinat 8,41 Lintang Selatan (LS) dan 111,43 Bujur Timur (BT), sekitar 166 kilometer di barat laut Pacitan, dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa dengan kedalaman relatif dangkal seperti ini umumnya disebabkan oleh aktivitas tektonik dan dapat dirasakan di sekitar wilayah episentrum, meskipun kekuatannya rendah.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 2,3 Guncang Sigi, BMKG Tegaskan Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG: Tidak Memicu Tsunami
BMKG memastikan gempa yang terjadi tidak memiliki potensi tsunami.
Hal ini karena kekuatan gempa relatif kecil dan mekanisme sumber gempa tidak memenuhi syarat untuk memicu gelombang tsunami.
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Seluruh perkembangan terbaru akan disampaikan melalui kanal resmi BMKG.
Belum Ada Laporan Dampak
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan, gangguan fasilitas umum, maupun korban akibat gempa tersebut.
Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi di wilayah sekitar episentrum tetap aman.
BMKG juga mengingatkan bahwa informasi yang dirilis merupakan hasil analisis awal sehingga parameter gempa, seperti lokasi maupun kekuatannya, masih dapat mengalami perubahan apabila terdapat pembaruan data.
Pacitan Berada di Kawasan Rawan Gempa
Secara geografis, Pacitan berada di pesisir selatan Pulau Jawa yang berhadapan langsung dengan zona subduksi pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.
Aktivitas tektonik di kawasan tersebut menyebabkan wilayah selatan Jawa, termasuk Pacitan, cukup sering mengalami gempa bumi, baik yang berpusat di darat maupun di laut.
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan dengan memahami prosedur keselamatan saat terjadi gempa, mengenali jalur evakuasi, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah.
Editor : Mahendra Aditya