SIGI – Wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,3 pada Selasa (7/7/2026). Berdasarkan analisis awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tergolong dangkal dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut. Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.
Gempa Terjadi Sore Hari
BMKG mencatat gempa terjadi pada pukul 16.02 WIB atau 17.02 WITA.
Pusat gempa berada pada koordinat 1,16 Lintang Selatan (LS) dan 120,22 Bujur Timur (BT), sekitar 45 kilometer di timur laut Kabupaten Sigi, dengan kedalaman 4 kilometer.
Kedalaman yang relatif dangkal membuat gempa berpotensi dirasakan di sekitar pusat gempa, meskipun kekuatannya tergolong kecil.
Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG memastikan gempa yang terjadi tidak memiliki potensi tsunami.
Hal tersebut karena magnitudo gempa relatif rendah dan pusat guncangan berada di daratan, sehingga tidak memenuhi syarat untuk memicu gelombang tsunami.
Masyarakat diminta tetap tenang dan mengandalkan informasi resmi dari BMKG maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat apabila terjadi perkembangan situasi.
Belum Ada Laporan Kerusakan
Sampai saat ini, pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan di wilayah sekitar episentrum.
Belum ada laporan mengenai kerusakan infrastruktur, fasilitas umum, maupun korban akibat gempa tersebut.
BMKG juga menjelaskan bahwa informasi yang dirilis merupakan hasil analisis awal yang mengutamakan kecepatan penyampaian kepada masyarakat. Parameter gempa masih dapat berubah apabila terdapat pembaruan data dari hasil analisis lanjutan.
Sulawesi Tengah Termasuk Wilayah Rawan Gempa
Secara geologis, Sulawesi Tengah merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas seismik tinggi di Indonesia.
Provinsi ini berada di kawasan pertemuan beberapa struktur sesar aktif, termasuk Sesar Palu-Koro, yang dikenal memiliki tingkat aktivitas tinggi dan pernah memicu gempa besar pada 2018.
Karena itu, gempa berkekuatan kecil hingga sedang cukup sering terjadi sebagai bagian dari dinamika tektonik di kawasan tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat agar selalu memahami langkah mitigasi bencana, seperti mengenali jalur evakuasi, menyiapkan tas siaga bencana, serta tetap waspada apabila terjadi gempa susulan.
Editor : Mahendra Aditya