Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Fakta-fakta Tragedi Operasi Narkoba Katingan, Tiga Anggota Polri Gugur Diserang Massa

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 6 Juli 2026 | 09:14 WIB
Ilustrasi tewas
Ilustrasi tewas

JAKARTA – Operasi pemberantasan narkotika yang seharusnya menjadi langkah penegakan hukum justru berubah menjadi tragedi. Tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat menjalankan tugas dalam penggerebekan jaringan peredaran sabu di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Insiden yang terjadi pada Rabu malam, 1 Juli 2026, itu menjadi salah satu peristiwa paling kelam dalam penanganan kasus narkotika tahun ini. Ketiga personel kepolisian kehilangan nyawa setelah mendapat perlawanan dari kelompok yang diduga terkait dengan target operasi.

Berikut rangkaian fakta yang telah dihimpun dari keterangan resmi kepolisian.

1. Berawal dari Laporan Warga

Operasi dilakukan setelah aparat menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan aktivitas peredaran narkotika jenis sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan.

Penyelidikan Satresnarkoba Polres Katingan kemudian mengarah kepada seorang pria berinisial BIO, yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika.

Berdasarkan hasil pemetaan, polisi memutuskan melakukan penindakan dengan menerjunkan 12 personel ke lokasi.

2. Target Operasi Berhasil Diamankan

Saat tiba di lokasi, personel dibagi menjadi dua kelompok.

Tim pertama bertugas menangkap target operasi di dalam rumah, sedangkan tim kedua berjaga untuk memberikan perlindungan apabila situasi berkembang.

Pada tahap awal, operasi berjalan sesuai rencana. BIO berhasil diamankan tanpa kendala berarti.

Namun situasi berubah drastis hanya beberapa saat setelah penangkapan dilakukan.

3. Massa Melawan, Polisi Diserang

Menurut keterangan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, sejumlah orang yang berada di rumah target bersama warga sekitar melakukan perlawanan terhadap petugas.

Jumlah massa terus bertambah hingga situasi tidak lagi dapat dikendalikan.

Polisi menyebut para pelaku menyerang menggunakan senjata tajam, termasuk parang, serta senjata api rakitan.

Dalam kondisi tersebut, personel berupaya menyelamatkan diri sambil menunggu bantuan datang.

Sebagian anggota menyeberangi Sungai Katingan dengan berenang, sementara lainnya berlindung di kawasan hutan sekitar lokasi kejadian.

4. Tiga Polisi Menjadi Korban

Perlawanan brutal tersebut menyebabkan tiga anggota Polri gugur.

Korban pertama, Aipda Yudhie Perdana Putra, ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam.

Sementara dua anggota lainnya, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, sempat dinyatakan hilang setelah berusaha menyelamatkan diri saat situasi semakin kacau.

5. Operasi Pencarian Besar-besaran

Hilangnya dua personel membuat tim gabungan segera melakukan operasi pencarian.

Tim terdiri atas personel Polda Kalimantan Tengah, Polairud, Bareskrim Polri, Kodim 1019/Katingan, Basarnas, hingga masyarakat setempat.

Pencarian difokuskan di sepanjang aliran Sungai Katingan, kawasan hutan, serta lokasi yang diduga menjadi jalur pelarian anggota.

Untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses, tim mengerahkan tiga perahu karet dan delapan kapal ces.

6. Bripda Nopandri Ditemukan Lebih Dahulu

Setelah beberapa hari pencarian, Bripda Nopandri Ramadhana ditemukan pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Jenazah korban ditemukan mengapung di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan, tepatnya di seberang Desa Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah.

Korban ditemukan dalam kondisi tersangkut ranting pohon sebelum akhirnya dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk proses identifikasi dan autopsi.

7. Aiptu Sumaryanto Ditemukan Sehari Kemudian

Operasi pencarian kembali dilanjutkan keesokan harinya.

Pada Minggu, 5 Juli 2026, tim menerima laporan mengenai penemuan sesosok jenazah di Sungai Desa Rantau Asem, sekitar empat kilometer dari lokasi penggerebekan.

Setelah dilakukan identifikasi, jenazah tersebut dipastikan merupakan Aiptu Sumaryanto.

Dengan ditemukannya korban terakhir, seluruh personel yang sebelumnya dinyatakan hilang berhasil ditemukan.

8. Pelaku Penyerangan Masih Diburu

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memastikan penyelidikan masih terus berlangsung.

Selain mengusut kronologi lengkap penyerangan, aparat juga memburu seluruh pihak yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan terhadap anggota kepolisian.

Polri menegaskan seluruh pelaku akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Peristiwa ini juga menjadi evaluasi penting dalam pelaksanaan operasi berisiko tinggi, terutama di wilayah yang diduga menjadi basis jaringan peredaran narkotika.

Gugurnya Aipda Yudhie Perdana Putra, Aiptu Sumaryanto, dan Bripda Nopandri Ramadhana menjadi pengingat besarnya risiko yang dihadapi aparat saat menjalankan tugas memberantas kejahatan narkotika di lapangan. Di sisi lain, kasus ini mempertegas komitmen kepolisian untuk terus mengejar para pelaku hingga seluruhnya berhasil ditangkap.

Editor : Mahendra Aditya
#polisi gugur Katingan #operasi narkoba Katingan #tiga anggota Polri gugur #kasus narkoba Katingan #kronologi polisi gugur