Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Stok Beras RI Melimpah, Bulog Ungkap Stok Capai 5,18 Juta Ton per Juli 2026

Anita Fitriani • Jumat, 3 Juli 2026 | 21:17 WIB
Ilustrasi beras
Ilustrasi beras

 

 

 

 

RADAR KUDUS — Perum Bulog menyebutkan bahwa stok beras nasional mencapai 5,18 juta ton per Juli 2026, yang menunjukkan bahwa persediaan pangan cukup memadai untuk kebutuhan dalam negeri dan bisa digunakan untuk mengendalikan harga di pasar.

Bulog mengatakan bahwa stok yang terkumpul berasal dari penyerapan gabah dan beras dalam negeri secara besar-besaran selama semester pertama tahun 2026, didukung oleh program penyerapan yang dipercepat serta dana yang dialokasikan untuk membeli dari para petani.

Angka stok 5,18 juta ton ini diinformasikan sebagai pencapaian yang menjamin cadangan beras pemerintah (CBP) berada di tingkat yang bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari serta operasi penstabilan harga saat dibutuhkan.

Baca Juga: BPS Ungkap Proyeksi Produksi Beras Hingga Agustus 2026 Sebesar 25,28 Juta Ton

Peningkatan stok beras juga mendorong rencana peningkatan infrastruktur logistik.Manajemen Bulog menyatakan bahwa dibutuhkan tambahan gudang untuk menampung persediaan yang banyak dan memastikan kualitas beras tetap terjaga selama masa penyimpanan.

Selain itu, Bulog juga menyatakan bahwa stok yang ada akan digunakan untuk berbagai tujuan pemerintah, seperti bantuan sosial pangan, operasi pasar jika harga bahan pokok naik turun, serta upaya mengatasi situasi darurat, semuanya dilakukan sambil tetap memperhatikan kualitas dan pengelolaan stok dengan baik.

Pihak terkait juga menyatakan bahwa gabungan dari hasil panen petani, stok beras yang tersisa dari awal tahun, serta pengelolaan distribusi membuat rasio kecukupan beras nasional lebih aman dalam jangka menengah, sehingga pemerintah bisa menjaga ketersediaan pasokan hingga musim panen berikutnya.

Baca Juga: Bocah 4 Tahun Meninggal Setelah Terperosok ke Lubang Proyek di Tebet Jaksel

Direktur Utama Bulog menegaskan komitmen perusahaan BUMN pangan tersebut dalam terus memperkuat kerja sama dengan para petani dan pihak-pihak terkait sepanjang rantai produksi, agar pasokan bahan pangan tetap berkelanjutan dan stok tetap terjaga, baik dalam jumlah maupun kualitasnya.

Kementerian dan lembaga pangan terkait mencatat bahwa stok yang ada memberi ruang lebih besar bagi kebijakan dalam menangani tekanan harga yang mungkin terjadi, tanpa harus melakukan impor, selama kecepatan konsumsi dan distribusi tetap terkendali.

Beberapa pengamat dan pejabat mengatakan bahwa meskipun stok bahan makanan cukup banyak, cara mengelola logistik, keadaan gudang, serta sistem distribusinya menjadi hal penting agar persediaan itu benar-benar bisa memenuhi kebutuhan semua kalangan masyarakat.

Baca Juga: Serapan Turun Saat MBG Libur, Harga Ayam dan Telur Ikut Anjlok

Bulog bersama lembaga terkait menegaskan bahwa mereka siap menjaga pasokan, menjalankan program bantuan, dan bersiaga menghadapi gejolak pasar jika diperlukan, sekaligus terus memperkuat sistem distribusi dan fasilitas penyimpanan. (*) 

Editor : Anita Fitriani
#bulog #stok beras #stok beras nasional #perum bulog #stok pangan