Jakarta - Kabar baik datang bagi para mitra pengemudi ojek online (ojol).
Mereka kini memiliki peluang lebih besar untuk membeli rumah melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dengan skema uang muka (DP) 0 persen.
Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, mengatakan pemerintah telah menyiapkan kuota 350.000 unit KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada tahun ini.
Dari jumlah tersebut, sedikitnya 15 persen diarahkan bagi pekerja sektor informal, termasuk para mitra pengemudi Gojek.
"Kami mengalokasikan KPR FLPP sebanyak 350.000 unit pada tahun ini. Kami juga meminta bank penyalur agar menyediakan minimal 15 persen kuota tersebut bagi pekerja informal, termasuk para mitra driver Gojek, sehingga semakin banyak yang bisa memiliki rumah," ujar Sid dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Perumahan bagi Mitra Driver Gojek.
Kerja sama tersebut ditandatangani oleh BP Tapera bersama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan rumah bagi pekerja yang selama ini kesulitan memperoleh kredit dari perbankan.
Sid menilai para pengemudi ojol memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari, mulai dari layanan transportasi hingga pengantaran makanan dan barang.
Meski demikian, banyak dari mereka belum mampu memiliki rumah karena terkendala persyaratan pembiayaan.
Menurutnya, salah satu hambatan terbesar adalah sulitnya memperoleh persetujuan KPR akibat status pekerjaan yang berada di sektor informal.
Melalui kerja sama ini, pemerintah ingin membuka akses pembiayaan yang lebih inklusif bagi para pengemudi.
Program FLPP sendiri menawarkan bunga tetap sebesar 5 persen sehingga cicilan rumah menjadi lebih ringan dibandingkan kredit komersial.
Selain itu, peserta yang memenuhi persyaratan juga dapat memperoleh fasilitas uang muka nol persen.
Skema tersebut dimungkinkan karena uang muka sebesar 1 persen dari harga rumah akan ditanggung oleh asosiasi pengembang perumahan subsidi yang bekerja sama dalam program tersebut.
"Kami mendapat dukungan dari asosiasi pengembang sehingga dapat menghadirkan program DP 0 persen bagi penerima yang memenuhi syarat," kata Sid.
Di sisi lain, Chief of Public Affairs, Public Policy & Government Relations PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Shinto Nugroho, mengatakan akses pembiayaan masih menjadi tantangan bagi para mitra pengemudi karena sebagian besar bekerja di sektor informal.
Menurut Shinto, kondisi tersebut membuat banyak pengemudi mengalami kesulitan saat mengajukan pembiayaan perbankan, termasuk karena proses penilaian kelayakan kredit.
Melalui kolaborasi dengan BP Tapera, GoTo berharap semakin banyak mitra pengemudi yang memiliki rekam jejak dan kinerja baik dapat memperoleh kesempatan memiliki rumah pertama melalui program KPR subsidi pemerintah.
Editor : Iwan Arfianto