RADAR KUDUS - PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini membawa kabar baik bagi masyarakat karena tiga jenis BBM mengalami penurunan harga yang cukup signifikan, terutama pada produk diesel dan bensin beroktan tinggi.
Penurunan harga tersebut merupakan bagian dari evaluasi berkala yang dilakukan Pertamina dengan mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari perkembangan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga formula penetapan harga BBM nonsubsidi yang ditetapkan pemerintah.
Tiga Jenis BBM Pertamina Resmi Turun
Produk pertama yang mengalami penyesuaian adalah Pertamax Turbo (RON 98). Di wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), harga Pertamax Turbo kini menjadi Rp19.300 per liter, turun dari sebelumnya Rp20.750 per liter.
Artinya, konsumen menikmati penurunan harga sebesar Rp1.450 per liter dibandingkan harga yang berlaku sejak pertengahan Juni 2026.
Sementara itu, untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, serta seluruh provinsi di Pulau Sulawesi, harga Pertamax Turbo ditetapkan sebesar Rp19.750 per liter.
Dexlite Turun Paling Besar
Penurunan paling signifikan terjadi pada Dexlite, salah satu BBM diesel nonsubsidi andalan Pertamina.
Di wilayah Jawa, Bali, NTB, dan NTT, harga Dexlite kini dipatok Rp19.700 per liter, turun drastis dari harga sebelumnya Rp23.000 per liter. Dengan demikian, terdapat penurunan mencapai Rp3.300 per liter.
Untuk wilayah Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan seluruh Sulawesi, Dexlite kini dijual Rp20.150 per liter, menyesuaikan biaya distribusi di masing-masing daerah.
Turunnya harga Dexlite diperkirakan akan membantu menekan biaya operasional kendaraan diesel pribadi maupun sektor logistik yang menggunakan BBM jenis tersebut.
Pertamina Dex Ikut Lebih Murah
Produk ketiga yang mengalami penyesuaian ialah Pertamina Dex.
Mulai 1 Juli 2026, harga Pertamina Dex di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT menjadi Rp21.150 per liter, turun dari sebelumnya Rp24.800 per liter.
Penurunan sebesar Rp3.650 per liter ini menjadi yang terbesar dibandingkan produk BBM Pertamina lainnya pada periode penyesuaian kali ini.
Pertalite, Solar Subsidi, dan Pertamax Tidak Berubah
Di tengah penurunan harga BBM nonsubsidi, Pertamina tetap mempertahankan harga sejumlah produk yang paling banyak digunakan masyarakat.
Harga Pertalite tetap berada di angka Rp10.000 per liter, sedangkan Solar Subsidi masih dijual Rp6.800 per liter.
Sementara itu, Pertamax (RON 92) juga tidak mengalami perubahan dan tetap dipasarkan dengan harga Rp16.250 per liter. Harga Pertamax Green 95 juga masih bertahan di level Rp17.000 per liter.
Kebijakan mempertahankan harga tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan kepastian bagi pengguna kendaraan berbahan bakar bensin.
Daftar Harga BBM Pertamina Berlaku 1 Juli 2026
Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku mulai 1 Juli 2026 untuk wilayah dengan harga acuan nasional:
-
Pertalite: Rp10.000 per liter
-
Solar Subsidi: Rp6.800 per liter
-
Pertamax (RON 92): Rp16.250 per liter
-
Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter
-
Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.300 per liter
-
Dexlite: Rp19.700 per liter
-
Pertamina Dex: Rp21.150 per liter
Penyesuaian Harga Mengikuti Perkembangan Pasar Global
Perubahan harga BBM nonsubsidi dilakukan setiap bulan berdasarkan evaluasi terhadap harga minyak mentah dunia, biaya pengadaan, distribusi, serta kurs rupiah terhadap dolar AS. Ketika harga minyak global mengalami pelemahan, badan usaha penyedia BBM memiliki ruang untuk menurunkan harga jual kepada konsumen.
Dengan turunnya tiga produk BBM nonsubsidi pada awal Juli 2026, pengguna kendaraan berbahan bakar diesel maupun bensin beroktan tinggi kini dapat menikmati biaya pengisian yang lebih hemat dibandingkan bulan sebelumnya.
Editor : Mahendra Aditya