Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Tegaskan Khittah Perguruan Tinggi, Presiden Prabowo: Kampus Punya Kebebasan Akademik, Bukan Kebebasan Lain-Lain

Ghina Nailal Husna • Selasa, 30 Juni 2026 | 19:33 WIB
Tegaskan Khittah Perguruan Tinggi, Presiden Prabowo: Kampus Punya Kebebasan Akademik, Bukan Kebebasan Lain-Lain
Tegaskan Khittah Perguruan Tinggi, Presiden Prabowo: Kampus Punya Kebebasan Akademik, Bukan Kebebasan Lain-Lain

 

RADAR KUDUS — Presiden RI Prabowo Subianto memberikan penekanan penting mengenai arah dan fungsi lembaga pendidikan tinggi di Indonesia.

Di hadapan ribuan akademisi, Kepala Negara menegaskan bahwa perguruan tinggi harus senantiasa menjaga marwahnya sebagai benteng kebebasan akademik yang berbasis ilmiah, dan bukan menjadi panggung bagi pemenuhan kebebasan dalam bentuk lain yang keluar dari koridor esensi pendidikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan pidato kunci (keynote speech) dalam forum bergengsi Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

Baca Juga: Kisah Pilu Penyekapan Buruh Percetakan di Kalibaru: Menangis dalam Belenggu Rantai Saat Dengar Ibu Wafat, Majikan Tak Peduli

Menurutnya, kampus sejatinya merupakan laboratorium intelektual tempat bertemunya berbagai gagasan besar, dialektika pandangan, filosofi hidup, serta inkubator inovasi yang sah untuk diperdebatkan secara rasional dan objektif.

Menolak Polarisasi: Perbedaan Ilmiah Jangan Menjadi Pertentangan Politik

Kendati mendukung penuh iklim diskusi yang dinamis di lingkungan kampus, Presiden memberikan catatan tebal agar kebebasan berekspresi tersebut tidak kebablasan hingga memicu polarisasi destruktif.

Prabowo mengingatkan bahwa tajamnya perbedaan argumentasi ilmiah tidak boleh bermutasi menjadi pertentangan personal atau ideologis yang berpotensi memecah belah persatuan civitas akademika.

Universitas, lanjut Presiden, memikul tanggung jawab moral yang besar kepada publik karena operasional dan fasilitas penunjang lembaga pendidikan tinggi sebagian besar dibiayai oleh uang rakyat melalui APBN.

Oleh sebab itu, Presiden Prabowo berharap institusi pendidikan dapat mencurahkan energinya pada hal-hal yang bersifat aplikatif dan solutif.

  • Fokus Riset Otentik: Memprioritaskan pengembangan bidang sains, teknologi, dan rekayasa industri guna menjawab tantangan zaman.

  • Hilirisasi Pengetahuan: Memastikan hasil riset di laboratorium universitas dapat diimplementasikan langsung untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

  • Akselerasi Pembangunan: Menjadikan ilmu pengetahuan sebagai motor penggerak utama dalam pengentasan kemiskinan dan ketertinggalan daerah.

Berpidato Maraton 5 Jam, Kupas Tuntas Program Strategis Nasional

Momen Langka di Forum KSTI: Forum ilmiah yang dihadiri oleh sekitar 2.600 peserta—terdiri dari para dosen, guru besar, dekan, hingga rektor universitas negeri dan swasta se-Indonesia—ini diwarnai dengan pemaparan maraton. Presiden Prabowo menyampaikan materi komprehensif selama hampir lima jam penuh.

Dalam pidato panjang yang penuh orasi kebangsaan tersebut, Presiden mengupas tuntas potret geopolitik global serta posisi strategis Indonesia di masa depan.

Baca Juga: Kritik Latihan Fisik Ala Militer Calon Manajer Kopdes, Menteri HAM Natalius Pigai: Ini Bukan Mau Perang!

Ia juga memaparkan peta jalan (roadmap) dari sejumlah program unggulan pemerintah yang tengah diakselerasi secara masif, seperti implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah serta revitalisasi ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Sembari membagikan refleksi mendalam dari perjalanan panjang karier militer dan politiknya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen akademisi untuk menanggalkan menara gading mereka.

Kalangan intelektual dituntut turun ke masyarakat dan mengonversikan modal keilmuan yang mereka miliki menjadi kontribusi nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan sosial dan cetak biru pembangunan nasional. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#kebebasan akademik kampus #Konvensi Sains Teknologi Industri #kontribusi akademisi nasional #Presiden Prabowo Subianto #program Makan Bergizi Gratis