Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Kritik Latihan Fisik Ala Militer Calon Manajer Kopdes, Menteri HAM Natalius Pigai: Ini Bukan Mau Perang!

Ghina Nailal Husna • Selasa, 30 Juni 2026 | 19:28 WIB
Kritik Latihan Fisik Ala Militer Calon Manajer Kopdes, Menteri HAM Natalius Pigai: Ini Bukan Mau Perang!
Kritik Latihan Fisik Ala Militer Calon Manajer Kopdes, Menteri HAM Natalius Pigai: Ini Bukan Mau Perang!

 

RADAR KUDUS — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, melayangkan kritik mendalam terkait metode penggemblengan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Mantan komisioner Komnas HAM ini meminta dengan tegas agar pola pelatihan bagi para calon pengelola ekonomi desa tersebut tidak lagi menggunakan pendekatan fisik yang berlebihan, apalagi sampai mengadopsi taktik latihan militer dan memegang senjata.

Menurut Pigai, substansi utama dari pembentukan aparatur atau pengurus koperasi bukanlah ketahanan fisik layaknya prajurit tempur, melainkan penguatan integritas, moralitas, dan karakter profesional.

Baca Juga: Nasib Tragis 'Jateng Valley': Semarang Hampir Punya Skatepark Terbesar di Indonesia, Kini Mangkrak Ditumbuhi Ilalang

Langkah militerisasi dalam sektor tata kelola ekonomi dinilai keliru dan berpotensi mencederai prinsip-prinsip pengembangan sumber daya manusia yang humanis.

Tiga Aspek Utama: Kompetensi Jauh Lebih Penting daripada Angkat Senjata

Natalius Pigai menjelaskan bahwa cetak biru (blueprint) pelatihan bagi calon manajer KDMP sejatinya tetap wajib berpijak pada tiga pilar fundamental pengembangan kapasitas, yaitu pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), dan sikap (attitude). Namun, ia memberikan catatan tebal pada interpretasi aspek attitude atau sikap.

Menurutnya, penanaman attitude harus dikembalikan pada esensi etos kerja yang beradab, bukan melalui doktrin militeristik fisik. Karakteristik ideal yang dibutuhkan seorang manajer koperasi meliputi:

  • Kedisiplinan Tinggi: Ketepatan waktu dalam mengelola administrasi dan pelayanan warga.

  • Responsibilitas: Sikap tanggung jawab penuh terhadap aliran dana dan aset koperasi desa.

  • Efisiensi Kerja: Kemampuan manajerial yang cepat, tepat, dan cekatan dalam mengambil keputusan ekonomi.

  • Integritas Mutlak: Menjunjung tinggi objektivitas dan kejujuran demi menghindari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di tingkat desa.

Tegaskan Relevansi Fungsi: Koperasi Desa Bukan Komponen Cadangan Perang

Menteri HAM menyayangkan jika ada persepsi yang memaksakan latihan dasar militer (Latsarmil) atau penggunaan senjata dengan dalih mempersiapkan para pemuda desa sebagai komponen cadangan pertahanan negara di masa depan.

Bagi Pigai, menyinergikan peran penggerak ekonomi dengan fungsi pertahanan bersenjata dalam konteks koperasi adalah langkah yang tidak relevan.

“Nah, itu sebenarnya. Bukan militernya. Bukan pelatihan militernya. Bukan angkat senjatanya. Bukan! Ini bukan untuk mau perang.

Memang kalaupun juga mereka itu dipersiapkan untuk ada cadangan masa yang akan datang, ya, janganlah ya! Saya pikir dalam konteks Koperasi Desa, KDMP itu sebaiknya pelatihan fisik yang bersifat militer atau latihan dasar militernya ditiadakan saja,” ujar Natalius Pigai secara blak-blakan.

Imbauan untuk Evaluasi Kurikulum Pelatihan

Baca Juga: Tok! Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809 Miliar dalam Kasus Korupsi Chromebook

Di akhir keterangannya, Pigai mendorong kementerian dan lembaga terkait yang membawahi pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk segera meninjau ulang dan mengevaluasi kurikulum pelatihan yang sedang berjalan.

Ia menekankan bahwa tantangan utama yang dihadapi oleh koperasi di daerah saat ini adalah masalah tata kelola keuangan, literasi digital, akses pasar, dan kepercayaan masyarakat.

Masalah-masalah tersebut hanya bisa diselesaikan dengan kecerdasan kognitif serta kematangan mentalitas bisnis, bukan dengan ketahanan fisik berbaris di bawah terik matahari atau keterampilan membidik sasaran tembak. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#latihan militer manajer kopdes #militerisasi koperasi desa #kritik kurikulum KDMP #Menteri HAM Natalius Pigai #Koperasi Desa Merah Putih