RADAR KUDUS – Karier panjang penuh prestasi mengantarkan alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 Endra Dharmalaksana, Brigjen Pol Arif Budiman, S.I.K., M.H., resmi menyandang pangkat jenderal bintang satu. Kenaikan pangkat tersebut menjadi bentuk apresiasi atas rekam jejaknya dalam membangun pelayanan publik, mengembangkan inovasi kepolisian, hingga mengungkap berbagai kasus kejahatan ekonomi berskala nasional.
Dari Jepara Lahir Deretan Prestasi Pelayanan
Nama Arif Budiman mulai dikenal luas saat menjabat Kapolres Sragen pada 2017, kemudian dipercaya memimpin Polres Jepara pada 2018.
Di bawah kepemimpinannya, Polres Jepara mencatat berbagai capaian membanggakan. Institusi tersebut berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kementerian PANRB, penghargaan Pelayanan Publik Kategori Sangat Baik (A-), hingga berbagai penghargaan inovasi pelayanan publik.
Polres Jepara juga menerima apresiasi dari sejumlah organisasi kemasyarakatan serta penghargaan dari KPPN atas akuntabilitas pengelolaan keuangan yang dinilai sangat baik.
Bawa Polresta Cirebon Raih Puluhan Penghargaan
Karier Arif Budiman berlanjut sebagai Kapolresta Cirebon pada 2021. Hanya dalam waktu singkat, institusi yang dipimpinnya mencatat lonjakan prestasi.
Sepanjang 2023, Polresta Cirebon mengoleksi 48 penghargaan internal, termasuk apresiasi langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas keberhasilan mengungkap tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Arif Budiman juga menerima pin emas dan pin perak Kapolri.
Di tahun yang sama, Polresta Cirebon memperoleh 23 penghargaan eksternal dari berbagai lembaga, seperti Ombudsman RI, MarkPlus Institute, BP2MI, Lemkapi, dan sejumlah institusi lainnya.
Green Service, Tukar Sampah Plastik Jadi SIM dan SKCK
Salah satu inovasi yang banyak mendapat perhatian adalah Green Service.
Program tersebut memungkinkan masyarakat membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) penerbitan SIM maupun SKCK menggunakan tabungan sampah plastik di bank sampah.
Setelah saldo mencukupi, masyarakat tinggal datang ke Satpas membawa persyaratan administrasi. Pemohon juga memperoleh layanan prioritas sehingga proses penerbitan dokumen menjadi lebih cepat.
Program tersebut berdampak nyata terhadap peningkatan jumlah nasabah bank sampah.
Kuwu Desa Krandon, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Warnawan, menyebut jumlah nasabah bank sampah meningkat dari sekitar 60 orang menjadi lebih dari 120 orang setelah Green Service diluncurkan.
Ungkap Kasus Bernilai Triliunan Rupiah
Pada 2024–2025, Arif Budiman dipercaya menjabat Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah.
Di posisi tersebut, ia berhasil mengungkap berbagai perkara besar, di antaranya kasus pelanggaran perlindungan konsumen produk Minyakita serta pabrik pupuk palsu dengan kapasitas produksi mencapai 400 ton per bulan.
Kariernya kemudian berlanjut sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus) Bareskrim Polri sejak September 2025.
Bersama Dirtipideksus Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak, ia menangani sejumlah perkara kejahatan ekonomi nasional, di antaranya:
- Kasus ballpress di Bali dengan omzet sekitar Rp1,3 triliun.
- Tindak pidana pencucian uang dari pertambangan emas ilegal dengan potensi kerugian negara mencapai Rp25,9 triliun.
- Penyelundupan telepon seluler ilegal dengan nilai barang bukti sekitar Rp235,08 miliar.
- Dugaan penipuan dan fraud berkedok fintech syariah PT Dana Syariah Indonesia (DSI) yang diperkirakan merugikan 15.000 nasabah dengan nilai sekitar Rp2,4 triliun.
Perwira Berprestasi yang Kini Menjadi Jenderal
Lahir di Semarang pada 21 November 1977, Arif Budiman merupakan lulusan Akpol 1999 Endra Dharmalaksana. Ia menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Brawijaya dan merupakan lulusan Sespimti Polri 2024.
Sepanjang pengabdiannya, ia juga menerima berbagai tanda kehormatan, termasuk Satyalancana Pengabdian 24 Tahun sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan integritasnya.
Kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal Polri menjadi penanda perjalanan panjang seorang perwira yang konsisten membangun pelayanan publik, menghadirkan inovasi, serta mengawal penegakan hukum di berbagai penugasan. Dedikasi tersebut kini menjadi modal untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar di lingkungan Polri.
Editor : Admin