Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Ramai Jadi Sorotan, Kemhan Jelaskan Tujuan Latsarmil untuk Manajer Koperasi

uinbroadcasting • Selasa, 30 Juni 2026 | 11:03 WIB
Suasana latihan dasar militer (latsarmil) yang diikuti calon manajer Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari pembentukan disiplin, kepemimpinan, dan karakter.
Suasana latihan dasar militer (latsarmil) yang diikuti calon manajer Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari pembentukan disiplin, kepemimpinan, dan karakter.

RADAR KUDUS - Program latihan dasar militer (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih belakangan menjadi sorotan publik.

Sejumlah masyarakat mempertanyakan alasan pengelola koperasi harus mengikuti pelatihan yang identik dengan dunia militer.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan bahwa latsarmil tidak bertujuan mencetak prajurit.

Pelatihan tersebut dirancang untuk membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta memperkuat jiwa kepemimpinan para calon manajer koperasi.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan para peserta nantinya akan memegang peran penting dalam mengelola koperasi yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Karena itu, mereka dinilai perlu memiliki integritas, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja di bawah tekanan.

Selain materi kepemimpinan, peserta juga dibekali pelatihan mengenai kerja sama tim, profesionalisme, kemampuan mengambil keputusan, hingga penyelesaian masalah di lapangan.

Menurut Kemhan, aspek tersebut lebih diutamakan dibanding pembentukan kemampuan fisik seperti yang sering diasosiasikan dengan latihan militer.

"Yang menjadi penekanan dalam pelatihan ini bukan aspek fisik, tetapi pembentukan mental, karakter, tanggung jawab, daya juang, kemampuan bekerja sama, dan kecakapan dalam memecahkan masalah," kata Ketut.

Meski demikian, pelaksanaan latsarmil menjadi perhatian luas setelah lima peserta dilaporkan meninggal dunia selama mengikuti pelatihan.

Berdasarkan informasi pemerintah, penyebabnya berbeda-beda, mulai dari heat stroke, tuberkulosis, hingga henti jantung.

Menyikapi peristiwa tersebut, Kemhan memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan latsarmil.

Pemeriksaan kesehatan peserta, penyesuaian intensitas latihan, serta pengawasan selama kegiatan akan diperkuat untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi.

Pemerintah juga menegaskan bahwa berbagai masukan dari masyarakat akan menjadi bahan perbaikan. Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menyampaikan bahwa evaluasi dilakukan agar proses pendidikan dan pelatihan berjalan lebih baik tanpa menghilangkan tujuan utama program.

Meski sedang dievaluasi, pemerintah memastikan latsarmil tetap dilanjutkan.

Hal ini karena calon manajer Koperasi Merah Putih dibutuhkan untuk segera menjalankan tugas di berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat melalui koperasi.

Dengan perbaikan sistem pelatihan yang tengah dilakukan, pemerintah berharap program latsarmil dapat menghasilkan manajer koperasi yang tidak hanya memiliki kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga disiplin, berintegritas, serta siap menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugasnya. (Muthia)

Editor : Ali Mustofa
#latsarmil manajer koperasi #kemha #Koperasi Merah Putih