RADAR KUDUS - Pemerintah kembali menyalurkan berbagai program bantuan sosial (bansos) pada Juli 2026. Penyaluran tahap ketiga ini mencakup Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Sembako, Bantuan Pangan Beras, hingga Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JKN).
Agar bantuan tepat sasaran, pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis penentuan penerima. Salah satu indikator terpenting dalam sistem tersebut adalah kategori desil, yang menunjukkan tingkat kesejahteraan setiap keluarga di Indonesia.
Bagi masyarakat yang ingin memastikan apakah masih berhak menerima bansos Juli 2026, pengecekan kini dapat dilakukan secara mandiri hanya menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Baca Juga: PKH dan BPNT 2026 untuk Desil Berapa? Ini Cara Cek Status Penerima Bansos Lewat NIK
Apa Itu Desil dalam DTSEN?
Desil merupakan sistem klasifikasi yang membagi seluruh rumah tangga di Indonesia ke dalam 10 kelompok berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi.
Penentuan desil tidak hanya melihat besaran pendapatan, tetapi juga mempertimbangkan berbagai indikator, seperti:
-
Kondisi rumah dan lingkungan tempat tinggal.
-
Jenis pekerjaan kepala keluarga.
-
Tingkat pendidikan anggota keluarga.
-
Kepemilikan kendaraan maupun aset.
-
Konsumsi listrik.
-
Akses terhadap layanan kesehatan.
-
Jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan.
-
Keberadaan lansia, balita, penyandang disabilitas, atau kelompok rentan lainnya.
Dalam klasifikasi tersebut:
-
Desil 1 merupakan kelompok masyarakat miskin ekstrem.
-
Desil 2 adalah kelompok miskin.
-
Desil 3 merupakan kelompok hampir miskin.
-
Desil 4 masuk kategori rentan miskin.
-
Desil 5 tergolong masyarakat menengah bawah.
-
Desil 6 hingga Desil 10 merupakan kelompok masyarakat menengah hingga mampu.
Secara umum, penerima PKH dan BPNT diprioritaskan berasal dari Desil 1 sampai Desil 4, meskipun tetap harus memenuhi syarat administrasi dan hasil verifikasi pemerintah.
Cara Cek Desil Menggunakan NIK
Masyarakat dapat mengecek status desil dan penerima bansos melalui layanan resmi Kementerian Sosial.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
-
Buka laman https://cekbansos.kemensos.go.id.
-
Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa atau kelurahan sesuai domisili.
-
Masukkan nama lengkap sesuai KTP.
-
Isi kode captcha.
-
Klik tombol Cari Data.
Jika data telah terdaftar, sistem akan menampilkan informasi mengenai status penerima bansos beserta kategori desil keluarga.
Cek Lewat Aplikasi Cek Bansos
Selain website, masyarakat juga dapat menggunakan aplikasi resmi Cek Bansos yang tersedia di Google Play Store maupun App Store.
Caranya:
-
Unduh aplikasi Cek Bansos.
-
Registrasi menggunakan NIK dan Nomor Kartu Keluarga.
-
Unggah foto KTP serta swafoto untuk proses verifikasi.
-
Login ke aplikasi.
-
Pilih menu Cek Bansos.
-
Informasi mengenai status bantuan dan kategori desil akan muncul setelah proses pencarian selesai.
Daftar Bansos yang Mulai Disalurkan Juli 2026
Bagi keluarga yang masuk kategori penerima, sejumlah program bantuan mulai disalurkan secara bertahap pada Juli 2026, di antaranya:
1. Program Keluarga Harapan (PKH)
PKH Tahap 3 mulai dicairkan secara bertahap pada Juli 2026. Besaran bantuan berbeda sesuai komponen keluarga, antara lain:
-
Ibu hamil: Rp750.000 per tahap.
-
Balita: Rp750.000.
-
Anak SD: Rp225.000.
-
Anak SMP: Rp375.000.
-
Anak SMA: Rp500.000.
-
Lansia: Rp600.000.
-
Penyandang disabilitas berat: Rp600.000.
2. BPNT atau Program Sembako
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memperoleh bantuan sebesar Rp200.000 per bulan. Untuk penyaluran melalui PT Pos Indonesia, bantuan umumnya dirapel tiga bulan sehingga penerima memperoleh Rp600.000 sekaligus.
3. Bantuan Pangan Beras
Pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras kepada sekitar 33 juta lebih keluarga penerima manfaat untuk periode Juli hingga September 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional.
4. PBI JKN
Program ini berupa pembayaran iuran BPJS Kesehatan kelas 3 oleh pemerintah sebesar Rp42.000 per peserta setiap bulan sehingga masyarakat tetap memperoleh perlindungan kesehatan.
Mengapa Status Desil Tidak Muncul?
Tidak sedikit masyarakat yang mendapati data mereka tidak muncul saat melakukan pengecekan. Beberapa penyebab yang umum terjadi antara lain:
-
Data kependudukan belum diperbarui di Disdukcapil.
-
Perubahan kondisi ekonomi keluarga belum tercatat dalam DTSEN.
-
Adanya anggota keluarga yang berstatus ASN, TNI, Polri, pegawai BUMN, atau kategori lain yang memengaruhi hasil verifikasi.
-
Data belum sinkron antara pemerintah daerah dan pusat.
-
Masih menunggu proses validasi maupun pemutakhiran data oleh pemerintah.
Apabila merasa data yang tercantum tidak sesuai kondisi sebenarnya, masyarakat dapat mengajukan pembaruan melalui fitur Usul Sanggah pada aplikasi Cek Bansos atau mendatangi kantor desa, kelurahan, maupun Dinas Sosial setempat dengan membawa KTP, Kartu Keluarga, dan dokumen pendukung.
Penyaluran Dilakukan Bertahap
Perlu diketahui, pencairan bansos tidak dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Penyaluran bergantung pada proses verifikasi data, penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D), serta mekanisme penyalur melalui Himbara maupun PT Pos Indonesia.
Karena itu, masyarakat diimbau rutin memantau status penerima bansos melalui kanal resmi Kemensos dan memastikan data kependudukan selalu diperbarui agar tidak kehilangan hak apabila memenuhi persyaratan sebagai penerima bantuan sosial.
Editor : Mahendra Aditya