Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tragis! RSHS Kerahkan 40 Dokter Spesialis demi Rekonstruksi Wajah Yuvita, Pemprov Jabar Kucurkan Rp1 Miliar

Ghina Nailal Husna • Sabtu, 27 Juni 2026 | 21:06 WIB
RSHS Kerahkan 40 Dokter Spesialis demi Rekonstruksi Wajah Yuvita, Pemprov Jabar Kucurkan Rp1 Miliar
RSHS Kerahkan 40 Dokter Spesialis demi Rekonstruksi Wajah Yuvita, Pemprov Jabar Kucurkan Rp1 Miliar

 

RADAR KUDUS — Kasus penganiayaan dan penyekapan keji yang menimpa Yuvita Tri Rezeki (29) oleh tersangka Taufik Hidayat memasuki babak baru yang memilukan dari sisi penanganan medis.

Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung kini tengah berjuang keras menyelamatkan nyawa serta memulihkan kondisi fisik korban yang menderita luka sangat parah di area wajah dan kepala.

Tersangka Taufik Hidayat diketahui pertama kali mengenal korban melalui aplikasi kencan daring, Tinder, sebelum akhirnya melakukan aksi kekerasan sistematis yang di luar batas kemanusiaan.

Baca Juga: Gelapkan Dana Desa Rp646 Juta Demi Nyawer Gift di TikTok, Kaur Keuangan di Kalsel Resmi Dijebloskan ke Tahanan

Akibat kekejaman tersebut, RSHS Bandung harus membentuk tim medis raksasa yang melibatkan puluhan dokter ahli demi melakukan rekonstruksi wajah korban.

Kondisi Kritis: Luka Dipenuhi Infeksi Bakteri Berat hingga Belatung

Direktur Utama RSHS Bandung, dr. Rachim Dinata Marsidi, membeberkan fakta medis yang sangat menyayat hati mengenai kondisi Yuvita saat pertama kali dievakuasi ke rumah sakit.

Korban mengalami trauma fisik multipel di daerah kepala dengan tingkat infeksi yang tergolong sangat akut dan memprihatinkan. Tim dokter bahkan telah melakukan operasi darurat untuk pembersihan luka (debridement).

"Memang lukanya cukup banyak dan di daerah kepala. Boleh dikatakan bahwa ini infeksi yang sangat hebat.

Bahkan, kondisi luka luar yang telantar lama membuat jaringan kulitnya membusuk hingga ditemukan adanya belatung," ungkap dr. Rachim dalam konferensi pers, Jumat (26/6/2026).

Strategi Medis: Libatkan 40 Dokter dan Isolasi Total

Mengingat kompleksitas kerusakan jaringan dan organ pada wajah Yuvita, manajemen RSHS Bandung langsung mengambil langkah penanganan luar biasa dengan membentuk tim khusus yang terdiri dari 40 orang dokter spesialis dan tenaga ahli. Tim lintas disiplin ini meliputi:

  • Spesialis Bedah Plastik dan Rekonstruksi

  • Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial

  • Spesialis Penyakit Dalam

  • Tim Psikiater dan Psikolog Klinis (untuk memulihkan trauma mental)

  • Ahli Gizi (Nutrisionis)

Dr. Rachim menjelaskan bahwa proses rekonstruksi wajah ini tidak bisa dilakukan secara instan melainkan bertahap dan memakan waktu lebih dari 3 bulan.

Langkah awal tim medis saat ini adalah memulihkan kondisi umum tubuh Yuvita yang mengalami malanutrisi atau kekurangan gizi parah akibat disekap.

Setelah kondisi tubuhnya ideal, barulah operasi rekonstruksi menyeluruh pada area mulut, hidung, dan pipi dapat dilaksanakan.

Selain itu, wajah korban mengalami fraktur (patah tulang) yang masif sehingga membutuhkan pemasangan implan khusus dengan biaya yang sangat tinggi. Demi kelancaran proses ini, RSHS memberlakukan isolasi total bagi Yuvita.

Pengunjung, termasuk kerabat, sama sekali tidak diperkenankan menjenguk guna meminimalisasi risiko penularan kuman atau bakteri dari luar yang dapat menggagalkan rencana operasi rekonstruksi.

Gubernur Dedi Mulyadi Jamin Anggaran Rp1 Miliar

Tragedi kemanusiaan ini memantik respons cepat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengutuk keras tindakan Taufik Hidayat yang disebutnya sebagai kejahatan sistemik yang sangat biadab.

Guna meringankan beban psikologis keluarga korban, Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Pemprov Jabar mengambil alih penuh seluruh pembiayaan medis Yuvita.

Baca Juga: Analisis Yuridis Komnas Perempuan: Mengapa Kasus Penganiayaan YTR di Bandung Belum Dikategorikan 'Penyiksaan' Versi PBB?

Pemerintah daerah menjamin perawatan korban menggunakan fasilitas terbaik hingga dinyatakan sembuh total, baik secara fisik maupun psikis.

“Berdasarkan kalkulasi dan catatan keuangan yang saya miliki hari ini, dibutuhkan anggaran awal sebesar Rp1 miliar untuk penanganan dalam dua pekan ini, dan kami sudah menyiapkannya.

Pihak keluarga tidak usah lagi bingung mencari donasi ke sana kemari,” tegas Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan di Mapolda Jabar, Jumat (26/6/2026). (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Yuvita Tri Rezeki #Taufik Hidayat Tinder #RSHS Bandung #rekonstruksi wajah korban #Gubernur Dedi Mulyadi