Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menkes Budi Kaget Banyak Dokter Keluhkan Bullying dari Senior Rekan Sejawat

Anita Fitriani • Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:50 WIB
ilustrasi bullying
ilustrasi bullying

 

 

 

 

JAKARTA — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kekagetannya setelah mengetahui bahwa bullying merupakan salah satu keluhan terbanyak yang dihadapi oleh dokter dan tenaga kesehatan.

Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Senayan, Jakarta, pada Kamis, 25 Juni 2026, ia mengindikasikan bahwa masalah ini lebih prevalen dibandingkan tekanan lainnya yang biasanya dialami oleh tenaga medis.

Pernyataan tersebut menyoroti bahwa praktik perundungan di dunia kedokteran tetap menjadi isu serius yang memerlukan perhatian khusus.

Budi menjelaskan bahwa pelaku bullying tidak selalu berasal dari luar, melainkan seringkali dilakukan oleh sesama rekan kerja atau dari atasan.

Baca Juga: Keluhan Minyakita Bau Solar, Produsen Tarik 300 Ton Minyak Bantuan

Ia mengungkapkan bahwa situasi ini sangat mengganggu, terutama bagi dokter-dokter muda dan mereka yang baru ditempatkan di fasilitas kesehatan atau lokasi berbeda dari tempat belajar.

Menurutnya, keadaan ini tidak bisa dibiarkan karena dapat mengganggu rasa aman dalam bekerja.

Selain kasus bullying, Kementerian Kesehatan juga sedang mencatat jenis tekanan lain yang dialami oleh tenaga medis, mulai dari tuntutan pasien hingga ancaman fisik.

Namun, berdasarkan penjelasan Menkes, bullying di antara dokter terlihat menjadi masalah paling mencolok dan sering dilaporkan.

Baca Juga: Suami di Jakbar Bunuh Istri, Polisi Ungkap Awal Mula dari Keributan Rumah Tangga

Oleh karena itu, Kemenkes menekankan pentingnya perlindungan yang lebih kuat bagi tenaga medis agar mereka dapat bekerja dengan lebih tenang.

Budi juga menekankan bahwa isu ini harus diselesaikan secara bertahap melalui identifikasi yang lebih terencana. Ia berpendapat bahwa ancaman tidak hanya datang dari hubungan dokter dengan pasien, tetapi juga dari budaya kerja di dalam profesi tersebut.

Oleh sebab itu, perlu dilakukan perbaikan tidak hanya dalam hal penindakan, namun juga menciptakan suasana kerja yang mendukung agar praktik bullying tidak terulang.

Baca Juga: Menyambut Libur Sekolah, Pertamina Tingkatkan Stok Pertalite di SPBU hingga 18 Persen di Jateng-DIY

Di akhir, Menkes menegaskan pentingnya perlindungan bagi dokter, terutama yang masih muda, dari tekanan yang merugikan, termasuk berasal dari senior mereka.

Ia memberi sinyal bahwa Kemenkes akan terus memperhatikan isu ini agar lingkungan kerja tenaga medis menjadi lebih sehat dan profesional.

Isu bullying di kalangan dokter kini bukan lagi sekadar keluhan internal, melainkan persoalan serius yang menjadi perhatian pemerintah. (*) 

Editor : Anita Fitriani
#Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin #perundungan #dokter #bullying #menkes