RADAR KUDUS — Keluhan dari masyarakat tentang MinyaKita yang diduga memiliki aroma solar mencuri perhatian.
Beberapa penerima bantuan pangan di berbagai daerah di Jawa Tengah melaporkan bahwa minyak goreng ini mengeluarkan bau yang menyengat saat digunakan untuk memasak, dan bahkan membuat rasa makanan menjadi aneh serta pahit di tenggorokan.
Di Karanganyar, keluhan ini cepat meluas setelah warga memutuskan untuk mengembalikan bantuan MinyaKita yang mereka terima.
Laporan serupa juga muncul dari tempat-tempat lain, sehingga masalah ini tidak dianggap sebagai keluhan dari segelintir orang lagi, tetapi menjadi isu yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan penerima bantuan.
Baca Juga: Populasi Kunang-Kunang Menyusut, Ini Kata Pakar IPB
Pemerintah menanggapi dengan menarik produk yang dilaporkan bermasalah dari pasaran dan menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui penyebab aroma yang tidak biasa itu.
Menteri Perdagangan Budi Santoso juga menekankan bahwa izin perusahaan dapat dicabut jika ditemukan adanya pelanggaran dalam produksi atau distribusi.
Produsen menyatakan siap untuk bertanggung jawab jika produk tersebut menimbulkan dampak kesehatan, meski hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban yang memerlukan perawatan medis.
Di tengah proses penyelidikan, perusahaan dikabarkan telah menarik semua produk yang bermasalah sambil menunggu kepastian dari hasil pemeriksaan.
Baca Juga: Ibu Bonceng Anak di Koja Tertimpa Bom Molotov, Pelaku Diduga Salah Target
Kasus ini kembali membawa perhatian pada kualitas dan keamanan MinyaKita, terutama karena produk tersebut merupakan kebutuhan pokok bagi banyak orang. Penyebab sebenarnya dari bau solar pada minyak goreng ini masih dalam tahap pemeriksaan.
Sampai hasil pengujian diumumkan, perhatian utama dalam kasus ini tetap pada penarikan produk, penyelidikan penyebab, dan perlindungan terhadap konsumen.
Masalah MinyaKita yang berbau solar kini menjadi peringatan penting agar pengawasan kualitas pangan kemasan lebih diperketat. (*)
Editor : Anita Fitriani