Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Aksi Nekat Siang Hari, Enam Narapidana Kabur dari Lapas Abepura, Tiga Belum Tertangkap

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 19 Juni 2026 | 18:07 WIB
Ilustrasi Penjara AI Gemini
Ilustrasi Penjara AI Gemini

JAYAPURA - Insiden pelarian tahanan kembali terjadi di Papua. Kali ini, pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, menjadi sorotan setelah enam tahanan kasus pidana umum dilaporkan berhasil melarikan diri dari area penahanan.

Peristiwa tersebut memicu respons cepat dari petugas lapas dan aparat kepolisian yang langsung melakukan pengejaran. Hingga laporan terakhir, tiga tahanan telah berhasil diamankan kembali, sementara tiga lainnya masih berstatus buronan dan terus dicari.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya penguatan sistem keamanan lembaga pemasyarakatan, terutama dalam mencegah pelarian tahanan yang dapat membahayakan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baca Juga: Dititipkan Karena Ibu Sakit Kanker, Remaja di Mimika Diduga Jadi Korban Pelecehan Orang Terdekat

Kabur pada Siang Hari

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi pelarian terjadi pada Jumat, 13 Juni 2026, sekitar pukul 14.00 WIT.

Waktu tersebut kerap dianggap sebagai jam rawan karena aktivitas di lingkungan lapas sedang berlangsung dan pengawasan dapat terpecah ke beberapa titik. Para tahanan diduga memanfaatkan celah tersebut untuk menjalankan rencana pelarian.

Mereka disebut berhasil keluar dari area penahanan dengan memanjat tembok pembatas lapas yang memiliki ketinggian cukup signifikan dan dilengkapi kawat berduri di bagian atas.

Meski menghadapi risiko luka akibat kawat pengaman, para tahanan tetap nekat menyeberangi pembatas tersebut sebelum melarikan diri ke wilayah sekitar yang terdiri dari permukiman warga dan kawasan berhutan.

Baca Juga: Kasus Korupsi Rp10,6 Miliar Percada Sukoharjo Berakhir Mendadak, Eks Direktur Maryono Meninggal Dunia, Penuntutan Gugur

Diduga Sudah Direncanakan

Sejumlah sumber internal menyebut aksi tersebut diduga bukan tindakan spontan. Cara para tahanan melewati sistem pengamanan menunjukkan adanya persiapan dan perencanaan sebelumnya.

Petugas lapas saat ini juga melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengetahui apakah terdapat kelalaian prosedur pengamanan atau faktor lain yang memungkinkan para tahanan keluar dari area penahanan.

Investigasi internal menjadi langkah penting guna memastikan insiden serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Tiga Tahanan Berhasil Ditangkap Kembali

Setelah mengetahui adanya tahanan yang kabur, petugas Lapas Abepura langsung melakukan penyisiran di sekitar area lembaga pemasyarakatan.

Upaya cepat tersebut membuahkan hasil dengan diamankannya tiga dari enam tahanan yang melarikan diri.

Seorang pegawai Lapas Abepura membenarkan insiden tersebut dan menyatakan bahwa proses pencarian terhadap tiga tahanan lainnya masih berlangsung.

Petugas terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memperluas jangkauan pencarian, termasuk memantau kemungkinan para buronan berpindah ke wilayah lain di Kota Jayapura dan sekitarnya.

Baca Juga: PLN Terapkan Pemadaman Bergilir, Warga Kalipuro dan Sekitarnya Alami Blackout 5 Jam

Pengamanan Diperketat

Pasca-insiden, suasana di Lapas Kelas IIA Abepura dilaporkan berada dalam pengawasan ketat.

Manajemen lapas segera melakukan penguatan pengamanan pada sejumlah titik yang dianggap rawan, termasuk area tembok pembatas, pos jaga, serta jalur yang berpotensi digunakan sebagai akses pelarian.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya upaya serupa dari tahanan lain sekaligus menjaga stabilitas keamanan di dalam lapas.

Selain itu, evaluasi terhadap sistem pengawasan dan kesiapan personel juga menjadi perhatian utama setelah terjadinya insiden tersebut.

Masyarakat Diminta Waspada

Dalam proses pengejaran, aparat juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.

Warga diminta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila melihat orang yang mencurigakan atau mengetahui informasi terkait keberadaan tahanan yang masih buron.

Kerja sama masyarakat dinilai sangat penting untuk mempercepat proses penangkapan sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.

Jadi Sorotan Sistem Pemasyarakatan

Kasus pelarian tahanan bukan pertama kali terjadi di Indonesia. Berbagai insiden serupa dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi bahan evaluasi bagi sistem pemasyarakatan nasional.

Beberapa faktor yang sering menjadi perhatian antara lain keterbatasan jumlah petugas, kondisi infrastruktur lapas yang sudah tua, tingkat hunian yang melebihi kapasitas, hingga kebutuhan modernisasi sistem pengawasan berbasis teknologi.

Karena itu, insiden di Lapas Abepura diperkirakan akan menjadi bahan evaluasi serius bagi otoritas pemasyarakatan untuk memperkuat standar keamanan dan mencegah kejadian serupa terulang.

Sementara itu, fokus utama aparat saat ini adalah memburu tiga tahanan yang masih melarikan diri. Hingga kini, operasi pencarian terus dilakukan secara intensif dengan melibatkan petugas lapas dan kepolisian guna memastikan seluruh tahanan yang kabur dapat kembali diamankan.

Editor : Mahendra Aditya
#Lapas Abepura #tahanan kabur Jayapura #Lapas Kelas IIA Abepura #tahanan buron Papua #pelarian tahanan