Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

PLN Terapkan Pemadaman Bergilir, Warga Kalipuro dan Sekitarnya Alami Blackout 5 Jam

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 19 Juni 2026 | 17:34 WIB
PERBAIKI JARINGAN – Petugas PLN sedang memperbaiki jaringan listrik di Kota Purwodadi
PERBAIKI JARINGAN – Ilustrasi Petugas PLN sedang memperbaiki jaringan listrik

BANYUWANGI – Pemadaman listrik bergilir kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Banyuwangi dalam beberapa hari terakhir dan menimbulkan gangguan signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Salah satu wilayah yang terdampak cukup lama adalah Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, yang mengalami kondisi blackout hingga sekitar lima jam.

Gangguan pasokan listrik tersebut dikeluhkan warga karena berdampak langsung pada aktivitas harian, mulai dari pekerjaan rumah tangga, aktivitas usaha kecil, hingga pekerjaan yang bergantung pada perangkat elektronik.

Sejumlah warga mengaku pemadaman terjadi pada waktu yang tidak menentu. Di Desa Kelir, listrik dilaporkan padam pada sore hari dan baru kembali menyala menjelang malam. Kondisi serupa juga dirasakan warga di wilayah sekitar seperti Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, serta beberapa titik di Kecamatan Singojuruh dan Rogojampi.

Baca Juga: KAI Masih Sediakan 755 Ribu Kursi Diskon 30 Persen, Catat Jadwalnya

Yuli, warga Desa Kelir, menyebut pemadaman yang terjadi pada Rabu (18/6) berlangsung cukup lama. Menurutnya, listrik padam sejak sekitar pukul 16.40 WIB dan baru kembali normal sekitar pukul 21.30 WIB. Kondisi tersebut membuat berbagai aktivitas rumah tangga dan pekerjaan terhenti.

Keluhan serupa juga datang dari Yamin, warga Kelurahan Klatak, yang mengaku mengalami pemadaman pada pagi hingga siang hari. Ia menilai kondisi tersebut cukup mengganggu, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan listrik untuk bekerja dan menjalankan usaha kecil di rumah.

Sementara itu, Kartika, warga Desa Gambor, Kecamatan Singojuruh, juga merasakan dampak serupa. Ia mengaku kesulitan menyelesaikan pekerjaan karena perangkat elektronik seperti laptop dan telepon genggam tidak dapat digunakan secara optimal akibat keterbatasan daya.

Menurutnya, pemadaman yang terjadi berulang dalam beberapa hari terakhir membuat aktivitas warga menjadi tidak stabil dan menghambat produktivitas harian.

Baca Juga: Kanada Menang 6-0 atas Qatar, Tapi Kehilangan Ismael Kone Akibat Cedera Mengerikan

Menanggapi kondisi tersebut, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banyuwangi menjelaskan bahwa pemadaman bergilir yang terjadi bukan lagi disebabkan oleh kegiatan pemeliharaan jaringan, melainkan karena adanya keterbatasan pasokan daya dari sisi pembangkit.

Asisten Manajer Keuangan dan Umum PLN UP3 Banyuwangi, Widi Umaryanto, menyampaikan bahwa pekerjaan pemeliharaan jaringan dan penggantian material di wilayah Banyuwangi telah selesai dilakukan. Namun, sistem kelistrikan masih menghadapi kendala pada suplai daya.

“Seluruh pekerjaan pemeliharaan sudah selesai. Saat ini pemadaman bergilir dilakukan karena adanya keterbatasan pasokan dari sistem pembangkit,” ujarnya.

PLN menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Banyuwangi merupakan bagian dari jaringan interkoneksi Jawa–Bali yang memasok listrik dari berbagai pembangkit besar di wilayah Jawa Timur. Pasokan tersebut tidak hanya bergantung pada pembangkit lokal, tetapi juga disuplai dari pembangkit skala besar yang terhubung melalui jaringan transmisi tegangan ekstra tinggi (SUTET), termasuk PLTU dan PLTA di beberapa wilayah.

Dalam kondisi beban puncak, permintaan listrik yang meningkat tidak selalu seimbang dengan pasokan yang tersedia. Untuk mencegah terjadinya pemadaman total atau gangguan sistem yang lebih luas, PLN terpaksa menerapkan skema pemadaman bergilir di sejumlah wilayah.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga keandalan sistem kelistrikan agar tetap stabil di tengah fluktuasi pasokan dan permintaan energi listrik.

Baca Juga: Bansos Tahap 3 Segera Disiapkan, KPM Berpeluang Dapat Modal Usaha Rp5 Juta dan Beras 30 Kg

Hingga saat ini, PLN UP3 Banyuwangi masih menunggu koordinasi lanjutan dari PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terkait normalisasi pasokan listrik secara penuh. Belum ada kepastian mengenai kapan kondisi kembali stabil sepenuhnya.

Secara umum, pemadaman bergilir atau rolling blackout merupakan mekanisme pengurangan beban listrik sementara yang juga diterapkan di berbagai daerah lain ketika terjadi ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan energi.

Kondisi ini diharapkan tidak berlangsung lama, mengingat dampaknya cukup besar terhadap aktivitas masyarakat, termasuk sektor ekonomi rumah tangga, usaha kecil, hingga layanan publik yang bergantung pada listrik.

Warga berharap adanya percepatan pemulihan pasokan listrik agar aktivitas kembali berjalan normal dan tidak mengganggu produktivitas harian di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya.

Editor : Mahendra Aditya
#pemadaman listrik Banyuwangi #Desa Kelir Kalipuro #PLN Banyuwangi #blackout 5 jam #listrik padam bergilir