Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kenapa Belakangan Ini Sering Pemadaman Listrik?

Zakaria • Jumat, 19 Juni 2026 | 08:30 WIB
PERBAIKI JARINGAN – Petugas PLN sedang memperbaiki jaringan listrik di Kota Purwodadi
PERBAIKI JARINGAN – Petugas PLN sedang memperbaiki jaringan listrik di Kota Purwodadi

RADAR KUDUS - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) tengah melakukan percepatan pemulihan sistem kelistrikan di wilayah Pulau Jawa dan Bali. Langkah ini diambil menyusul maraknya keluhan masyarakat terkait intensitas pemadaman listrik yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa pemerintah bergerak cepat mengatasi kendala ini dan menjamin krisis pasokan batu bara seperti yang terjadi pada tahun 2022 tidak akan terulang kembali.

Baca Juga: Anggaran MBG Dialihkan ke Kelompok Rentan: BGN Coret 76 Sekolah Mampu di Pulau Jawa

"Kemarin memang ada, belum maksimal. Ini kita lakukan percepatan untuk pemulihan," ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Dua Faktor Utama: Force Outage dan Derating

Merespons fenomena ini, Pakar Tenaga Listrik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Ir. Kevin Marojahan Banjar Nahor, menjelaskan bahwa pemadaman massal ini dipicu oleh dua kemungkinan utama. Faktor pertama adalah force outage, yaitu gangguan mendadak pada sistem kelistrikan yang terjadi di luar perencanaan. Sementara faktor kedua adalah derating, sebuah kebijakan penurunan kapasitas produksi pembangkit listrik secara sengaja.

Melalui unggahan resmi akun Instagram ITB, Kevin memaparkan bahwa kebijakan derating terpaksa diambil operator untuk mengamankan cadangan bahan bakar, mengingat stok batu bara dan minyak untuk operasional pembangkit saat ini sedang mengalami penurunan.

Dalam situasi kritis tersebut, operator memilih menurunkan daya operasi hingga tersisa sekitar 60 persen dari kapasitas maksimal. Langkah ini menjadi bentuk antisipasi agar pasokan bahan bakar fosil tidak habis sepenuhnya sebelum pasokan baru tiba.

"Jika dipaksa 100 persen dan bahan bakar itu habis, maka Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) membutuhkan waktu hingga dua hari untuk menyala kembali (startup)," kata Kevin menjelaskan risiko teknis jika pembangkit dipaksa bekerja penuh.

Baca Juga: Mengapa Akhir-akhir Ini Seringkali Mati Listrik? Ini 2 Penyebabnya

Berdasarkan teori operasi sistem tenaga listrik, setiap jaringan idealnya wajib memiliki cadangan daya. Namun, ketika permintaan masyarakat berada pada titik tertinggi atau waktu beban puncak, pemadaman bergilir kerap menjadi opsi terakhir demi menekan beban sistem dan mencegah terjadinya pemadaman menyeluruh (total blackout).

Tekanan Ganda dari "El Nino Godzilla"

Selain kendala pasokan bahan bakar, sektor ketenagalistrikan nasional juga menghadapi tantangan berat dari faktor alam. Cuaca ekstrem El Nino yang membawa musim kering berkepanjangan diperkirakan bakal menekan sistem kelistrikan dari dua sisi sekaligus, yaitu lonjakan permintaan dan penurunan pasokan energi.

Suhu udara yang jauh lebih panas memicu masyarakat untuk menggunakan pendingin ruangan (AC) secara masif, baik di sektor rumah tangga maupun bisnis. Di sisi lain, minimnya curah hujan membuat debit air waduk menyusut tajam, sehingga mengancam produktivitas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) besar penopang Pulau Jawa, seperti PLTA Cirata dan PLTA Saguling di Jawa Barat.

PLN Bali Sampaikan Permohonan Maaf

Sementara itu, pemadaman yang sempat melanda wilayah Bali juga dikonfirmasi sebagai bagian dari langkah teknis. Pihak PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali menyatakan bahwa tindakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keandalan sistem serta menjaga kualitas pasokan listrik jangka panjang kepada pelanggan.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pelayanan kami," tulis manajemen PLN UID Bali melalui akun Instagram resminya. (*)

Editor : Zakaria
#mati listrik #pln #kenapa #listrik padam #penyebab