RADAR KUDUS — Gelombang penyampaian aspirasi terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mewarnai ruang publik ibu kota.
Namun, berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya yang diwarnai kritik, kali ini kelompok massa yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Masyarakat Jakarta Timur justru turun ke jalan untuk menyuarakan dukungan moril secara masif agar program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut tetap dilanjutkan.
Massa yang didominasi oleh kalangan ibu rumah tangga (emak-emak) dan elemen masyarakat sipil ini memusatkan aksi unjuk rasa mereka di kawasan ikonis Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat.
Dengan membawa berbagai atribut, spanduk, dan poster bernada apresiatif, para peserta aksi secara lantang meneriakkan bahwa program pemenuhan gizi berbasis komoditas dalam negeri ini memiliki dampak nyata yang sangat positif bagi ketahanan pangan keluarga.
Buka Lapangan Kerja Baru dan Sasar Kluster Rentan
Koordinator lapangan aksi, Edi Marzuki, dalam orasinya menegaskan bahwa manfaat dari bergulirnya Program MBG tidak boleh dilihat dari satu sisi saja.
Menurutnya, rantai pasok program ini telah berhasil menciptakan ekosistem ekonomi baru yang menyerap banyak tenaga kerja lokal, mulai dari pengelola dapur umum, juru masak, hingga kurir pengantar makanan.
“Program Makan Bergizi Gratis ini terbukti telah membuka banyak sekali lapangan kerja baru, terutama bagi saudara-saudara kita di tingkat bawah yang sebelumnya sangat kesulitan mendapatkan mata pencaharian. Efek dominonya sangat luar biasa," ujar Edi Marzuki di atas mobil komando.
Lebih lanjut, Aliansi Masyarakat Jakarta Timur juga memaparkan bahwa distribusi jatah makan sehat ini memberikan dampak pemulihan gizi yang merata di masyarakat.
Kehadiran program ini dinilai meringankan beban ekonomi harian, tidak hanya bagi kelompok pelajar di sekolah, tetapi juga menyentuh kluster rentan lainnya di pemukiman padat penduduk seperti ibu hamil, menyusui, hingga kalangan lanjut usia (lansia).
Desak Tata Kelola Diperbaiki dan Tindak Tegas Koruptor
Kendati memberikan dukungan penuh, kelompok emak-emak ini tetap bersikap kritis terhadap potensi penyelewengan di lapangan.
Di sela-sela orasi, massa mendesak dengan sangat keras agar aparat penegak hukum dan lembaga pengawas negara bertindak tanpa pandang bulu terhadap siapa saja yang berani mengorupsi anggaran atau menyalahgunakan logistik program MBG.
Bagi mereka, suara-suara sumbang yang menuntut agar program ini dihentikan total merupakan langkah keliru.
Aliansi ini berargumen kuat bahwa letak permasalahan bukan pada substansi programnya, melainkan pada aspek teknis pelaksanaan yang harus terus disempurnakan.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melemah, ESDM dan Pertamina Berbeda Suara Terkait Penurunan Harga Pertamax
"Jangan karena ada kekurangan lalu programnya dihentikan. MBG dengan produk lokal ini sudah the best (terbaik) untuk rakyat kecil! Yang perlu dirombak dan diperketat itu adalah sistem tata kelola pelaksanaannya di lapangan agar bersih dari tikus-tikus koruptor, bukan malah mematikan programnya secara keseluruhan," teriak salah satu peserta aksi menggunakan pengeras suara.
Di akhir aksi yang berlangsung dengan tertib dan damai tersebut, Aliansi Masyarakat Jakarta Timur menyatakan komitmen bersama untuk bertindak sebagai mitra strategis sekaligus pengawas swadaya di masyarakat.
Mereka menegaskan siap mengawal seluruh program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto demi memastikan setiap kebijakan yang diluncurkan benar-benar sampai ke tangan rakyat yang membutuhkan tanpa adanya kebocoran anggaran. (*)