Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gempa Susulan Terus Terjadi di Sulawesi Tengah, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Nabila Agustin • Rabu, 17 Juni 2026 | 10:24 WIB
Foto Ilustrasi seismometer untuk mengukur getaran gempa (Ist)
Foto Ilustrasi seismometer untuk mengukur getaran gempa (Ist)

RADAR KUDUS – Wilayah Sulawesi Tengah kembali diguncang gempa bumi pada Selasa (16/6/2026).

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan magnitudo 3,0 terjadi pada pukul 15.33 WITA.

Pusat gempa berada sekitar 48 kilometer di timur laut Kabupaten Sigi dengan kedalaman 5 kilometer.

Guncangan tersebut tergolong gempa berkekuatan kecil dan hingga kini belum dilaporkan menyebabkan kerusakan maupun korban jiwa.

BMKG menjelaskan bahwa informasi awal mengenai gempa disampaikan secepat mungkin sehingga parameter yang diumumkan masih dapat mengalami perubahan seiring bertambahnya data hasil analisis.

Gempa magnitudo 3,0 ini terjadi pada hari yang sama setelah Sulawesi Tengah sebelumnya diguncang gempa berkekuatan magnitudo 6,7.

Karena itu, aktivitas seismik di wilayah tersebut masih terus dipantau secara intensif oleh BMKG guna mengantisipasi kemungkinan adanya perkembangan aktivitas kegempaan berikutnya.

Meski gempa terbaru memiliki kekuatan yang relatif kecil, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan.

Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, pernah menjelaskan bahwa kemunculan gempa susulan merupakan proses alamiah setelah terjadinya gempa utama.

Menurutnya, pelepasan energi di sekitar sumber gempa dapat memicu rangkaian guncangan lanjutan dalam jumlah yang cukup banyak.

Sebagai contoh, Daryono pernah menyampaikan bahwa hasil pemantauan BMKG pada gempa di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, tahun 2022 mencatat lebih dari seratus kali gempa susulan setelah gempa utama terjadi.

Oleh sebab itu, masyarakat diminta tidak panik apabila masih merasakan guncangan setelah gempa utama, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa berikutnya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar memahami prosedur keselamatan ketika gempa bumi terjadi.

Apabila berada di dalam bangunan, masyarakat dianjurkan segera berlindung di bawah meja yang kokoh atau melindungi kepala menggunakan benda yang dapat mengurangi risiko benturan dari material yang jatuh.

Sementara itu, jika berada di luar ruangan, warga diminta menjauh dari bangunan, tiang listrik, papan reklame, maupun pepohonan besar, kemudian segera menuju lokasi yang lebih terbuka dan aman.

Bagi masyarakat yang sedang berada di pusat perbelanjaan, gedung bertingkat, atau tempat umum lainnya, BMKG mengimbau agar tetap tenang dan mengikuti arahan petugas untuk menghindari kepanikan yang justru dapat membahayakan keselamatan.

Pemerintah bersama BMKG mengingatkan masyarakat agar selalu mengakses informasi mengenai aktivitas gempa melalui kanal resmi BMKG.

Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai kabar yang beredar di media sosial atau aplikasi percakapan apabila belum dipastikan kebenarannya.

Menurut BMKG, kesiapsiagaan masyarakat serta pemahaman mengenai langkah-langkah mitigasi bencana merupakan faktor penting untuk mengurangi risiko apabila terjadi gempa bumi di masa mendatang.

Editor : Ali Mustofa
#gempa #sulawesi tengah #bmkg