Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lakukan Refocusing Massal, BGN Bakal Setop Makan Gratis untuk Siswa SMA Mampu dan Pangkas Anggaran Rp270 Triliun

Ghina Nailal Husna • Selasa, 16 Juni 2026 | 22:34 WIB
Lakukan Refocusing Massal, BGN Bakal Setop Makan Gratis untuk Siswa SMA Mampu dan Pangkas Anggaran Rp270 Triliun
Lakukan Refocusing Massal, BGN Bakal Setop Makan Gratis untuk Siswa SMA Mampu dan Pangkas Anggaran Rp270 Triliun

 

RADAR KUDUS — Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat melakukan perombakan total terhadap tata kelola program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah radikal ini diambil guna menekan pembengkakan anggaran negara serta memastikan asas keadilan sosial dalam distribusi pemenuhan gizi nasional berjalan tepat sasaran.

Fokus utama perombakan ini menyasar pada pengenalan skema refocusing atau penyaringan ulang basis data penerima manfaat.

Baca Juga: Pemerintah Godok Skema Transformasi Bansos Jadi Tunai, Nilai Manfaat Ditaksir Rp5,4 Juta per Penerima

BGN secara tegas mengonfirmasi adanya rencana untuk mengeluarkan kelompok siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)—terutama yang menempuh pendidikan di sekolah favorit atau kluster elit—dari daftar penerima ransum gratis harian.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, memberikan gambaran riil mengenai latar belakang kebijakan pemangkasan ini.

Menurutnya, fasilitas makan gratis dari instrumen APBN sangat tidak efisien jika diberikan kepada kelompok demografi yang secara ekonomi sudah sangat mapan.

"Anak-anak SMA, apalagi yang sekolah di SMA favorit, rata-rata kondisi ekonomi keluarganya sudah sangat mampu.

Bahkan kalau kita lihat di lapangan, uang saku harian anaknya saja berkisar antara Rp100 ribu sampai Rp200 ribu per hari.

Sungguh sebuah ironi jika kelompok ini masih disubsidi makan siangnya oleh negara," tegas Agustina Arumsari dalam sebuah pemaparan evaluasi kelembagaan.

Melalui skema eksklusi kelompok siswa mampu ini, BGN memproyeksikan dapat mereduksi beban target penerima manfaat hingga mencapai sekitar 8 juta anak.

Pemotongan Tarif Insentif dan Evaluasi Operasional SPPG

Selain menyaring ulang penerima manfaat, radar evaluasi BGN juga membidik tata kelola keuangan di level Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Agustina mengakui bahwa kebijakan awal yang mematok rata nilai insentif operasional terbukti memicu pemborosan keuangan negara yang cukup masif di lapangan.

Ke depan, besaran nilai insentif tidak lagi dipatok di angka Rp6 juta per hari secara seragam.

BGN akan menerapkan sistem perhitungan proporsional, di mana besaran insentif finansial yang digelontorkan akan disesuaikan secara linier berdasarkan volume riil atau jumlah kepala penerima manfaat MBG yang dilayani oleh masing-masing unit SPPG di daerah.

Indikator Tata Kelola Kebijakan Lama Kebijakan Baru (Hasil Evaluasi)
Penerima Manfaat SMA Seluruh siswa SMA disubsidi Siswa SMA mampu/sekolah favorit dihapus (~8 juta anak berkurang)
Tarif Insentif SPPG Dipatok rata (Hingga Rp6 juta/hari) Dihitung proporsional berdasarkan jumlah anak yang dilayani
Pagu Indikatif Anggaran Mencapai Rp270 Triliun Dikurangi secara signifikan pasca-hitung ulang

Kelebihan Kapasitas: 7 Ribu Dapur MBG Terancam Ditutup

Pengetatan ikat pinggang yang dilakukan BGN secara otomatis membawa efek domino berantai pada infrastruktur produksi makanan di tingkat hilir.

Penurunan jumlah penerima manfaat sebanyak 8 juta anak berimplikasi langsung pada rasionalisasi keberadaan dapur umum MBG.

Berdasarkan data operasional terkini, dari total kisaran 27 ribu unit dapur MBG yang telah didirikan di seluruh penjuru tanah air, BGN mencatat telah terjadi kondisi oversupply atau kelebihan kapasitas produksi yang sangat tinggi.

Sekitar 7 ribu unit dapur di antaranya diidentifikasi mengalami surplus kapasitas dan tidak lagi efisien untuk dipertahankan, sehingga terancam bakal dinonaktifkan atau ditutup permanen dalam waktu dekat.

Selamatkan Keberlanjutan Fiskal di Mata Dunia

Merespons langkah penghematan berskala besar ini, DPR RI menyuarakan dukungan penuh terhadap kebijakan penataan ulang yang diinisiasi oleh BGN.

Baca Juga: Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo Soal MBG, Siswa SMK Asal Kudus Mengaku Diintimidasi Pegawai SPPG

Badan Anggaran DPR menilai bahwa pemotongan pagu indikatif awal yang awalnya tercatat berkisar di angka Rp270 triliun merupakan langkah penyelamatan fiskal yang sangat krusial.

Pihak parlemen menilai, keberanian pemerintah dalam melakukan efisiensi ini tidak hanya akan menyelamatkan keberlanjutan program jangka panjang dari ancaman kebangkrutan anggaran, tetapi juga memberikan sinyal positif bagi pasar keuangan internasional.

Kebijakan tata kelola yang jauh lebih pruden dan akuntabel ini diyakini mampu mendongkrak serta memperbaiki persepsi dan rapor kredibilitas fiskal Indonesia di mata berbagai lembaga pemeringkat kredit internasional seperti Moody's, Fitch, dan S&P. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Evaluasi Makan Bergizi Gratis #Anak SMA dicoret MBG #Pagu anggaran BGN #Penutupan dapur MBG #Agustina Arumsari