RADAR KUDUS — Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat dalam mengawal ketahanan dan arah kebijakan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang fluktuatif.
Pada Minggu (14/6/2026), Kepala Negara menggelar rapat terbatas (ratas) yang bersifat krusial dengan mengumpulkan sejumlah menteri serta pejabat tinggi di bidang perekonomian.
Pertemuan strategis tersebut dilangsungkan di kediaman pribadi Presiden di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Baca Juga: Fokus pada Ketahanan Energi, Bahlil Ajukan Rp27,33 Triliun untuk ESDM Tahun 2027
Fokus utama dari pembahasan dalam rapat tertutup tersebut diarahkan pada evaluasi mendalam mengenai perkembangan investasi nasional.
Agenda ini mencakup pemetaan arus modal (capital inflow) yang terus mengalir masuk ke berbagai sektor strategis dalam negeri, serta proyeksi peta jalan (roadmap) prospek ekonomi Indonesia untuk beberapa tahun ke depan.
Kepercayaan Pasar Global dan Stabilitas Domestik
Dalam jalannya rapat, Presiden Prabowo menerima pemaparan komprehensif mengenai tren penanaman modal, baik Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Data makroekonomi terbaru menunjukkan bahwa minat para investor global terhadap pasar Indonesia tetap berada pada kurva yang positif dan menunjukkan pertumbuhan yang solid.
Pemerintah optimistis melihat animo investasi yang tinggi ini sebagai sinyal kuat atas kepercayaan (trust) dari dunia usaha internasional.
Stabilitas politik dalam negeri, kepastian hukum, serta konsistensi arah kebijakan ekonomi yang sedang dijalankan oleh kabinet saat ini dinilai menjadi faktor magnetis utama yang berhasil meyakinkan pasar global untuk menanamkan modalnya di tanah air.
Perintah Presiden ke Rosan Roeslani: Buka Data Investasi ke Publik
Meskipun capaian angka investasi menunjukkan rapor yang impresif, Presiden Prabowo Subianto memberikan catatan dan instruksi tegas agar jajarannya tidak cepat berpuas diri.
Presiden menekankan pentingnya asas transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan informasi publik terkait sektor investasi ini.
Secara khusus, Prabowo meminta agar seluruh perkembangan, realisasi, dan data investasi nasional disampaikan secara berkala dan terbuka kepada masyarakat luas.
Sehubungan dengan arahan tersebut, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, diperintahkan untuk segera memperkuat strategi komunikasi publik instansinya.
Baca Juga: Istana Ajak Mahasiswa Dukung Presiden Prabowo, Sebut Berada di Garda Terdepan Cegah Kebocoran APBN
"Presiden meminta agar penyampaian informasi mengenai investasi ini diperkuat dan dipermudah aksesnya oleh publik.
Tujuannya agar masyarakat Indonesia bisa mendapatkan gambaran, literasi, serta pemahaman yang jernih mengenai capaian yang diraih, peluang kerja yang tercipta, hingga dampak nyata dari investasi tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan daerah," urai salah satu sumber di lingkungan istana.
Pemerintah berharap, dengan keterbukaan informasi ini, masyarakat tidak hanya memandang angka investasi sebagai deretan data statistik di atas kertas, melainkan dapat ikut mengawal serta merasakan langsung dampak domino (multiplier effect) dari kebijakan hilirisasi dan industrialisasi yang tengah dikebut oleh negara. (*)