Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Fokus pada Ketahanan Energi, Bahlil Ajukan Rp27,33 Triliun untuk ESDM Tahun 2027

Anita Fitriani • Selasa, 16 Juni 2026 | 22:07 WIB
Bahlil Lahadalia ajukan anggaran 27,34 triliun (Foto: Tangkapan layar reels Instagram @bahlillahadalia)
Bahlil Lahadalia ajukan anggaran 27,34 triliun (Foto: Tangkapan layar reels Instagram @bahlillahadalia)

 

 

 

JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajukan anggaran indikatif sebesar Rp27,33 triliun untuk Kementerian ESDM pada tahun anggaran 2027.

Permohonan ini disampaikan dalam pertemuan dengan Komisi XII DPR RI pada hari Selasa, 15 Juni 2026. Jumlah yang diusulkan mengalami kenaikan 26,1% dibandingkan dengan anggaran tahun 2026 yang berjumlah Rp21,67 triliun.

Peningkatan yang signifikan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor energi nasional, khususnya dalam bidang minyak dan gas serta listrik.

Sebagian besar dari anggaran yang diajukan, yaitu 82%, akan digunakan untuk program-program strategis dan infrastruktur energi. Bahlil menjelaskan bahwa pembagian anggaran terdiri dari tiga sektor utama, yaitu infrastruktur strategis, program publik non-fisik, dan biaya operasional.

Baca Juga: Bahlil Lahadalia Dorong Program Kompor Listrik 2027 dengan Usulan Anggaran Rp 815 Miliar

Tujuan utama dari penggunaan anggaran ini adalah untuk membangun infrastruktur migas, termasuk pipa gas dan jaringan gas kota yang akan meningkatkan akses energi bagi masyarakat.

Selain itu, dana juga akan dialokasikan untuk program listrik desa yang bertujuan menjangkau wilayah yang belum memiliki akses listrik yang memadai.

Peningkatan anggaran ini sejalan dengan sasaran Bahlil untuk meningkatkan produksi gas nasional pada tahun 2027.

Menteri ESDM menyebutkan bahwa produksi gas di Indonesia akan meningkat pada 2027 berkat sumur gas yang dikelola oleh ENI dan proyek strategis nasional lainnya seperti Indonesia Deepwater Development (IDD) yang memiliki cadangan gas sebesar 2,67 TCF.

Baca Juga: Pertamax Melonjak ke Rp16.250, Bahlil: Harga Sudah Sesuai Perhitungan Pasar

Investasi dari proyek energi internasional ini mencapai miliaran dolar AS dan akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam peningkatan produksi gas nasional.

Anggaran sebesar Rp27,33 triliun, pemerintah berharap dapat mempercepat pencapaian target ketahanan energi dan transisi ke energi terbarukan di Indonesia.

Pengajuan anggaran ini merupakan respons terhadap perintah Presiden Prabowo Subianto yang meminta Bahlil untuk mengoptimalkan pendapatan dari sektor mineral yang belum adil, mendorong hilirisasi, dan mengembangkan energi alternatif.

Bahlil menegaskan bahwa peningkatan anggaran ini sangat krusial untuk memastikan keberlanjutan program energi nasional serta peningkatan kapasitas infrastruktur energi di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Ajukan Solar Subsidi 2027 Lebih Besar, Naik 19 Juta KL

Kementerian ESDM siap menghadapi tantangan di sektor energi di masa mendatang dan memastikan akses energi yang terjangkau bagi masyarakat.

Pengajuan anggaran Rp27,33 triliun untuk ESDM pada 2027 merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat sektor energi nasional.

Penekanan pada migas, ketenagalistrikan, dan energi terbarukan menunjukkan arah kebijakan yang jelas untuk mencapai ketahanan energi dan transisi yang berkelanjutan. 

Bahlil berharap dengan dukungan anggaran ini, Indonesia dapat meningkatkan produksi gas, memperluas akses listrik desa, serta membangun infrastruktur energi yang lebih baik untuk kepentingan masyarakat secara luas. (*) 

Editor : Anita Fitriani
#menteri esdm #infrastruktur #anggaran #bahlil lahadalia