Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Istana Ajak Mahasiswa Dukung Presiden Prabowo, Sebut Berada di Garda Terdepan Cegah Kebocoran APBN

Ghina Nailal Husna • Selasa, 16 Juni 2026 | 22:06 WIB
Istana Ajak Mahasiswa Dukung Presiden Prabowo, Sebut Berada di Garda Terdepan Cegah Kebocoran APBN
Istana Ajak Mahasiswa Dukung Presiden Prabowo, Sebut Berada di Garda Terdepan Cegah Kebocoran APBN

 

RADAR KUDUS — Istana melalui Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI secara terbuka mengajak seluruh elemen mahasiswa di tanah air untuk bersinergi dan mendukung penuh langkah taktis Presiden Prabowo Subianto dalam mereformasi tata kelola anggaran negara.

Pemerintah menilai, spirit gerakan mahasiswa yang kritis sangat sejalan dengan visi besar Presiden dalam menyikat habis praktik pemborosan fiskal.

Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, menyatakan bahwa upaya keras yang tengah dilakukan oleh kabinet saat ini untuk menekan angka kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebenarnya berada pada frekuensi yang sama dengan poin-poin tuntutan yang belakangan kerap disuarakan mahasiswa dalam berbagai aksi demonstrasi di jalanan.

Baca Juga: Seskab Teddy Sebut Harga Pertamax di Indonesia Masih Lebih Murah Dibanding Negara ASEAN Lain

Qodari menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengambil posisi paling depan sebagai panglima tertinggi dalam agenda penghematan nasional dan efisiensi anggaran negara.

"Presiden telah mengambil berbagai langkah berani dan tidak populer untuk memangkas pengeluaran birokrasi yang dianggap tidak mendesak, seremonial, ataupun tidak produktif.

Komitmen beliau sangat jelas: memastikan setiap rupiah dana negara dialihkan ke program-program yang memberikan manfaat konkret dan tepat sasaran bagi rakyat bawah," ujar Muhammad Qodari dalam keterangan resminya kepada media.

Klaim Sukses Selamatkan Rp300 Triliun di Awal Pemerintahan

Lebih lanjut, Qodari membeberkan salah satu rapor hijau dari komitmen efisiensi yang dijalankan oleh pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Menurut catatan Bakom RI, kebijakan pengetatan ikat pinggang anggaran yang diterapkan secara masif pada fase awal jalannya roda pemerintahan ini diklaim telah membuahkan hasil nyata yang sangat signifikan.

Tidak tanggung-tanggung, instrumen pemotongan anggaran perjalanan dinas, pembatasan studi banding ke luar negeri, hingga efisiensi operasional kementerian berhasil menyelamatkan dan mengamankan keuangan negara dalam jumlah yang fantastis.

  • Nominal Penghematan: Ditaksir mencapai kurang lebih Rp300 triliun.

  • Target Alokasi Ulang: Anggaran hasil penghematan ini akan disuntikkan kembali ke sektor pelayanan publik dasar seperti peningkatan infrastruktur pedesaan, ketahanan pangan nasional, dan program jaminan sosial masyarakat.

Pemerintah memandang langkah penertiban ini bukan sekadar kebijakan sementara, melainkan bagian dari cetak biru (blueprint) reformasi total pengelolaan keuangan negara.

Tujuannya adalah agar belanja publik menjadi jauh lebih efektif, akuntabel, transparan, serta memberikan daya dorong (multiplier effect) yang lebih besar bagi roda pembangunan nasional.

Menutup Celah Korupsi Butuh Pengawasan Kolektif Mahasiswa

Kendati telah mencatatkan angka penghematan yang besar, Istana menyadari bahwa misi menutup rapat-rapat celah kebocoran APBN merupakan tantangan struktural yang mahaberat dan berjangka panjang.

Praktik mafia anggaran dan potensi penyimpangan di tingkat birokrasi daerah tetap membutuhkan sistem pengawasan berlapis.

Baca Juga: Anggaran Diefisiensi, Damkar Kota Yogyakarta Perketat Filter Laporan Darurat Warga

Oleh karena itu, Qodari menekankan bahwa perjuangan ini tidak akan berjalan optimal tanpa adanya dukungan dan keterlibatan aktif dari berbagai komponen bangsa, khususnya dari kalangan mahasiswa yang dikenal sebagai agen perubahan (agent of change) sekaligus benteng idealisme masyarakat sipil.

Daripada terus terjebak dalam polarisasi konfrontatif di lapangan, pemerintah berharap para fungsionaris BEM dan aktivis kampus dapat memosisikan diri sebagai mitra strategis yang kritis.

Mahasiswa diharapkan ikut mengawal jalannya realisasi anggaran di tingkat basis, memberikan masukan data yang valid, serta mengawasi agar dana penghematan ratusan triliun tersebut benar-benar sampai ke tangan masyarakat miskin tanpa terpotong di tengah jalan. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#demo mahasiswa UI #Muhammad Qodari Bakom RI #kebocoran APBN #penghematan anggaran negara #Presiden Prabowo Subianto