Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Tiba di Indonesia, Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis dengan Prabowo

Nabila Agustin • Selasa, 16 Juni 2026 | 08:34 WIB
Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Merdeka (Jawa Pos)
Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Merdeka (Jawa Pos)

RADAR KUDUS – Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, tiba di Indonesia dalam rangka kunjungan kenegaraan pada Senin (15/6/2026).

Agenda utama kedatangannya adalah melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto, yang diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan kerja sama kedua negara di berbagai bidang strategis.

Pesawat kepresidenan yang membawa Steinmeier bersama Ibu Negara Elke Büdenbender mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 09.20 WIB.

Setibanya di Indonesia, keduanya disambut oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama sejumlah pejabat dari Indonesia maupun Jerman.

Mengacu pada laporan Beritasatu.com, turut hadir dalam penyambutan tersebut Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste, Duta Besar RI untuk Jerman Abdul Kadir Jailani, serta Atase Pertahanan Jerman Kolonel Marcus Thiel.

Prosesi kedatangan berlangsung secara resmi dengan barisan pasukan jajar kehormatan yang menyambut di area kedatangan.

Suasana semakin khidmat ketika ditampilkan tarian tradisional Indonesia sebagai bentuk penghormatan sekaligus simbol persahabatan antara kedua negara.

Setelah prosesi penyambutan di Halim Perdanakusuma selesai, Presiden Steinmeier langsung bertolak menuju Istana Merdeka.

Di lokasi tersebut, ia dijadwalkan menjalani agenda utama kunjungan kenegaraan berupa pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto.

Berdasarkan keterangan dari Kantor Presiden Federal Jerman, pertemuan kedua pemimpin negara akan menitikberatkan pada penguatan kerja sama Indonesia–Jerman di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, perdagangan, investasi, energi, hingga isu perubahan iklim.

Selain itu, pembahasan juga mencakup bidang ketenagakerjaan, pendidikan, kebudayaan, serta pengembangan sumber daya manusia.

Keduanya juga diperkirakan akan bertukar pandangan mengenai isu global, seperti pentingnya menjaga tatanan internasional berbasis aturan, penguatan nilai demokrasi, serta kerja sama multilateral di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia dan Jerman turut menyepakati dorongan untuk memperluas kerja sama perdagangan serta investasi.

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut, yang dinilainya memiliki arti penting di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Ia menegaskan bahwa kemitraan strategis dengan Jerman menjadi salah satu prioritas Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti transisi energi, krisis iklim, ketahanan ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan.

Kunjungan ini juga menjadi bagian dari persiapan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Jerman yang akan jatuh pada 2027.

Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara telah menjalin kerja sama yang erat di berbagai sektor, termasuk perdagangan, investasi, pendidikan, teknologi, industri, dan energi terbarukan.

Selain agenda di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier juga dijadwalkan mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.

Di lokasi tersebut, ia akan melihat langsung Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan kedua rumah ibadah sebagai simbol toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Presiden Jerman juga direncanakan mengikuti dialog bersama akademisi, pakar, serta lembaga kajian untuk membahas peran negara-negara berkekuatan menengah dalam menghadapi perubahan tatanan dunia yang terus berkembang.

Usai menyelesaikan rangkaian agenda di Indonesia, Steinmeier akan melanjutkan perjalanan kenegaraannya ke Manila, Filipina, sebagai bagian dari lawatan diplomatiknya di kawasan Asia.

Kunjungan ini diharapkan semakin mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Jerman sekaligus membuka peluang kerja sama baru yang lebih luas dan saling menguntungkan di masa mendatang.

 
Editor : Ali Mustofa
#Prabowo. Jerman #Frank-Walter