Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Embun Upas Selimuti Gunung Bromo, Wisatawan Berburu Fenomena Mirip Salju

Nabila Agustin • Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:15 WIB
Butiran es menutupi wilayah Bromo (instagram @seputar_pasuruan)
Butiran es menutupi wilayah Bromo (instagram @seputar_pasuruan)

PASURUAN — Keindahan alam kembali menyapa kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, dengan munculnya fenomena embun upas yang menyelimuti area kaldera Gunung Bromo pada Senin (8/6/2026) pagi.

Hamparan pasir dan vegetasi di sekitar kawasan tampak berubah menjadi putih akibat lapisan kristal es tipis yang terbentuk dari embun yang membeku.

Fenomena yang kerap disangka salju ini terjadi seiring masuknya periode musim kemarau.

Baca Juga: Depresiasi Rupiah Pukau Industri Farmasi, Harga Obat Naik 10- 20 Persen

Baca Juga: Harga Emas Pegadaian dan Antam Kompak Turun, Investor Diminta Tetap Tenang

Pemandu wisata Bromo, Bambang, menjelaskan bahwa embun upas biasanya muncul pada puncak musim kemarau, khususnya pada periode Juni hingga Agustus ketika suhu udara berada pada titik terendah.

“Fenomena ini umumnya terjadi di musim kemarau saat suhu sangat rendah. Jika temperatur turun di bawah lima derajat Celsius, embun yang terbentuk pada malam hari bisa membeku menjadi kristal es,” ujar Bambang.

Ia menambahkan bahwa wisatawan sering datang lebih awal sebelum matahari terbit, karena lapisan es tersebut akan cepat mencair seiring naiknya suhu udara di pagi hari.

“Selain sunrise yang menjadi ikon Bromo, embun upas juga menjadi daya tarik tersendiri. Banyak wisatawan ingin melihat langsung fenomena yang mirip salju ini,” tambahnya.

 

Baca Juga: Sidang Vonis Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras Digelar, Empat Personel TNI Hadapi Putusan Hakim

Salah satu wisatawan asal Bogor, Mia, mengaku terkesan dapat menyaksikan langsung fenomena tersebut.

Ia datang bersama rombongan sejak dini hari demi menikmati pemandangan kristal es yang menutupi lautan pasir Bromo.

Menurutnya, suasana di Bromo saat itu memberikan pengalaman seperti berada di negara bersalju, meskipun suhu yang sangat dingin cukup menusuk tubuh.

Namun, keindahan panorama yang tersaji membuat perjalanan tersebut terasa sangat berkesan.

Fenomena embun upas sendiri terjadi ketika embun yang terbentuk pada malam hari membeku akibat suhu udara yang turun drastis.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh aliran angin monsun Australia yang membawa udara dingin dan kering ke wilayah Indonesia.

Di kawasan dataran tinggi seperti Bromo, minimnya tutupan awan pada malam hari membuat panas bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer.

Akibatnya, suhu di permukaan tanah turun signifikan hingga mendekati titik beku dan menyebabkan embun berubah menjadi kristal es.

Fenomena tahunan ini selalu menjadi magnet wisata tersendiri di Bromo.

Selain menikmati matahari terbit, pengunjung juga dapat menyaksikan lanskap pegunungan yang seolah tertutup lapisan salju di tengah iklim tropis Indonesia.

Bagi wisatawan yang ingin berburu momen embun upas, disarankan datang sebelum fajar serta membawa perlengkapan hangat seperti jaket tebal, sarung tangan, penutup kepala, dan alas kaki tertutup.

Perangkat elektronik juga perlu dipersiapkan dengan baik karena suhu dingin dapat memengaruhi daya baterai.

Dengan kondisi cuaca yang masih mendukung, fenomena embun upas diperkirakan akan terus muncul selama musim kemarau dan menjadi salah satu daya tarik alam paling dinantikan di kawasan Gunung Bromo.

Editor : Ali Mustofa
#gunung bromo #Taman Nasional Bromo Tengger Semeru