Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bandara Adisutjipto Akan Aktif Lagi? Pengelola Ungkap Syarat Berat di Balik Wacana Prabowo

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 12 Juni 2026 | 18:33 WIB

 

Ilustrasi Akses Lintas Udara Pesawat (pexels)
Ilustrasi Akses Lintas Udara Pesawat (pexels)

YOGYAKARTA — Wacana menghidupkan kembali penerbangan komersial berbasis pesawat jet di Bandara Adisutjipto Yogyakarta mulai memasuki babak baru. Setelah Presiden Prabowo Subianto mendorong optimalisasi sejumlah bandara lama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, pengelola Bandara Adisutjipto akhirnya angkat bicara.

Meski menyambut positif rencana tersebut, operator bandara menegaskan bahwa pengoperasian kembali pesawat jet tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Dibutuhkan kajian menyeluruh yang mencakup aspek keselamatan penerbangan, kapasitas infrastruktur, kualitas layanan, hingga harmonisasi dengan aktivitas militer TNI Angkatan Udara.

General Manager Bandara Adisutjipto, Wibowo Cahyono Soekadi, mengatakan pihaknya akan mengikuti seluruh kebijakan resmi pemerintah terkait pemanfaatan kembali bandara yang pernah menjadi gerbang utama Yogyakarta itu.

Baca Juga: Babak Baru Kasus Bocah Meninggal Usai CT Scan, Dua Dokter RSUD Prambanan Diperiksa Polisi

"Sebagai operator bandara dan bagian dari BUMN, kami akan menjalankan setiap arahan pemerintah. Saat ini Bandara Adisutjipto tetap beroperasi normal secara terbatas untuk melayani penerbangan domestik menggunakan pesawat jenis propeller," ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Tak Sekadar Membuka Kembali

Wibowo menegaskan, apabila pemerintah resmi memutuskan mengaktifkan kembali penerbangan jet di Adisutjipto, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah evaluasi komprehensif.

Kajian tersebut meliputi kesiapan landasan, kapasitas apron, sistem keselamatan dan keamanan penerbangan, kenyamanan penumpang, kualitas pelayanan, hingga integrasi transportasi menuju bandara.

"Seluruh aspek harus diperhitungkan agar operasional berjalan optimal tanpa mengorbankan keselamatan maupun kualitas pelayanan," katanya.

Selain itu, operator bandara bersama para pemangku kepentingan akan menyiapkan berbagai skenario operasional baru berdasarkan regulasi yang ditetapkan pemerintah dan otoritas penerbangan.

Instruksi Langsung Presiden

Wacana reaktivasi Adisutjipto mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto mengarahkan optimalisasi bandara-bandara strategis yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

Selain Bandara Adisutjipto, Bandara Husein Sastranegara di Bandung juga masuk dalam daftar yang dipertimbangkan untuk kembali diperkuat fungsi komersialnya.

Tindak lanjut atas arahan tersebut dibahas dalam pertemuan antara Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan dengan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.

Pertemuan itu menyoroti pemanfaatan bersama fasilitas pangkalan udara TNI AU untuk mendukung penerbangan sipil, tanpa mengganggu fungsi pertahanan negara.

Baca Juga: Pemadaman Meluas di Sejumlah Daerah, Perhapi Tegaskan Stok Batu Bara untuk PLTU Masih Aman

Menjaga Keseimbangan Sipil dan Militer

Adisutjipto memiliki karakteristik berbeda dibanding bandara sipil murni karena lokasinya menyatu dengan Pangkalan Udara TNI AU. Karena itu, pengaturan teknis menjadi isu utama.

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan menegaskan bahwa pemerintah mendukung pembukaan kembali penerbangan komersial dengan prinsip menjaga kesiapan operasional militer.

"Kami menyambut baik rencana tersebut, dengan tetap memastikan eksistensi dan operasional pertahanan TNI Angkatan Udara tetap berjalan optimal. Pengaturan penggunaan apron dan jadwal penerbangan harus dikelola secara harmonis agar aktivitas sipil dan militer tidak saling mengganggu," ujarnya.

Koordinasi lintas sektor antara Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertahanan, pemerintah daerah, TNI AU, dan operator bandara akan menjadi kunci keberhasilan implementasi kebijakan ini.

Pernah Menjadi Nadi Transportasi Yogyakarta

Sebelum Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) beroperasi penuh pada 2020, Adisutjipto merupakan pusat aktivitas penerbangan utama di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Namun keterbatasan panjang landasan pacu, kapasitas terminal, dan kepadatan lalu lintas udara membuat pemerintah memindahkan sebagian besar penerbangan jet ke YIA di Kabupaten Kulon Progo.

Saat ini Adisutjipto melayani penerbangan domestik terbatas menggunakan pesawat baling-baling menuju sejumlah kota di Jawa serta mendukung aktivitas pendidikan penerbangan dan kebutuhan militer.

Peluang Baru bagi Pariwisata dan Ekonomi

Apabila direalisasikan, reaktivasi penerbangan jet di Adisutjipto diyakini dapat meningkatkan konektivitas, mempercepat akses wisatawan ke pusat Kota Yogyakarta, sekaligus mendukung aktivitas bisnis dan pendidikan.

Namun para pengamat menilai keputusan tersebut harus mempertimbangkan keseimbangan dengan keberadaan YIA agar tidak memicu persaingan fungsi yang justru mengurangi efektivitas sistem transportasi udara nasional.

Pemerintah kini masih mematangkan kajian teknis sebelum mengambil keputusan final. Masyarakat pun menanti apakah Bandara Adisutjipto benar-benar akan kembali menjadi salah satu gerbang udara utama Yogyakarta seperti masa kejayaannya dahulu.

Editor : Mahendra Aditya
#Bandara Adisutjipto #reaktivasi Bandara Adisutjipto #penerbangan Yogyakarta #Bandara YIA #prabowo subianto