RADAR KUDUS — Jalannya pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang digelar di Bandar Lampung pada Rabu (10/6) kemarin, diwarnai oleh sebuah momen menarik.
Presiden Prabowo Subianto yang hadir untuk membuka acara secara resmi, sempat menarik perhatian publik dan para peserta setelah kedapatan keliru dalam melakukan perhitungan matematika sederhana di atas podium.
Dalam pidato sambutannya yang sarat dengan pesan-pesan kebangsaan, Presiden Prabowo awalnya sedang bernostalgia mengenai kedekatan emosionalnya dengan HIPMI sejak puluhan tahun lalu.
Ia kemudian mencoba mengaitkan momentum sejarah tersebut dengan "angka 8"—sebuah angka yang diakuinya memiliki keterikatan magis tersendiri dan kerap muncul dalam berbagai fase penting perjalanan hidup serta karier politiknya.
Alur Perhitungan yang Memicu Tawa Peserta
Suasana formal munas mendadak mencair ketika Kepala Negara mulai membedah angka-angka terkait tanggal pelaksanaan acara.
Saat itulah kekeliruan kecil terjadi. Dalam pengondisian argumennya, Presiden Prabowo sempat melontarkan penjumlahan angka 10 dan 6 dengan hasil akhir 17.
"Jadi 10 ditambah 6, nah itu jadi 17," ucap Presiden di atas podium yang langsung mengundang perhatian para peserta munas.
Sesaat setelah kalimat itu terucap, Presiden Prabowo tampaknya langsung menyadari ada kekeliruan logis pada hitungan pertamanya.
Dengan gaya komunikasinya yang khas dan spontan, mantan Pangkostrad tersebut langsung memutar alur perhitungannya agar tetap bermuara pada angka filosofis yang ia maksud.
Prabowo kemudian memperbaiki penjelasannya secara cepat dengan menghubungkan angka 1 dan 6 menjadi 7.
Angka 7 tersebut lalu dikombinasikannya kembali dengan angka 10 hingga menghasilkan angka 17.
Dari angka 17 inilah, ia menjumlahkan kembali dua digit penyusunnya, yaitu 1 dan 7, untuk mendapatkan hasil akhir berupa angka 8.
Sambil berseloroh, Presiden menyebut bahwa kecocokan angka-angka ini menjadi bukti bahwa dirinya dan HIPMI memang sudah ditakdirkan memiliki kemiripan frekuensi sejak lama.
Momen tersebut langsung disambut dengan riuh tawa dan tepuk tangan meriah dari ratusan pengusaha muda yang memadati ruang aula munas.
Fokus pada Peran Strategis Pengusaha Muda
Meski momen kekeliruan hitung tersebut sempat ramai dibahas dan menuai beragam kritik jenaka hingga komentar dari warganet di media sosial, suasana di dalam forum Munas HIPMI sendiri tetap berjalan produktif dan substantif.
Setelah mencairkan suasana dengan kelakar numerologi tersebut, Presiden Prabowo kembali melanjutkan pidatonya dengan nada yang lebih serius.
Ia menekankan betapa pentingnya peran strategis yang diemban oleh para pengusaha muda dalam mendorong roda pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global saat ini.
Presiden mengajak seluruh kader HIPMI untuk tidak hanya fokus pada pengembangan bisnis secara makro, melainkan juga aktif berpartisipasi dalam menciptakan lapangan kerja baru, mendorong hilirisasi industri, serta memperkuat ketahanan pangan dan energi demi mewujudkan Indonesia Emas.