Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Summarecon Tebar Dividen Rp 82,5 Miliar, Marketing Sales Melesat 27 Persen Tembus Rp 5,53 Triliun

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 11 Juni 2026 | 16:18 WIB

 

Ilustrasi Uang
Ilustrasi Uang

JAKARTA – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menunjukkan ketahanan bisnis properti di tengah dinamika ekonomi nasional. Pengembang kota terpadu tersebut memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp82,54 miliar kepada para pemegang saham setelah mencatat kinerja positif sepanjang tahun buku 2025.

Keputusan pembagian dividen senilai Rp5 per saham itu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (11/6/2026). Langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa perseroan tetap mampu menjaga profitabilitas sekaligus memberikan imbal hasil kepada investor.

Pembagian dividen dilakukan setelah Summarecon membukukan laba bersih sebesar Rp1,20 triliun sepanjang 2025. Tidak hanya itu, perseroan juga berhasil melampaui target pemasaran atau marketing sales yang telah ditetapkan sebelumnya.

Marketing Sales Lampaui Target

Sepanjang 2025, Summarecon mencatat marketing sales sebesar Rp5,53 triliun. Realisasi tersebut tumbuh 27 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya serta melampaui target perseroan sebesar Rp5 triliun.

Capaian itu menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap produk properti, khususnya di segmen menengah dan menengah atas, masih relatif kuat meski perekonomian global dan domestik dihadapkan pada berbagai tantangan.

President Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, mengatakan daya beli konsumen di segmen tersebut masih menunjukkan resiliensi yang baik.

"Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih berlangsung, kami bersyukur pasar hunian menengah dan menengah atas tetap menunjukkan resiliensi terhadap permintaan produk-produk Summarecon yang mengedepankan inovasi, kualitas pembangunan, konsep kawasan terintegrasi, serta memiliki nilai investasi jangka panjang," ujarnya.

Sembilan Kota Terpadu Jadi Motor Pertumbuhan

Kinerja impresif Summarecon ditopang oleh pengembangan sembilan kawasan kota terpadu yang tersebar di berbagai daerah strategis Indonesia.

Kesembilan kawasan tersebut meliputi:

Konsep kota terpadu yang menggabungkan hunian, area komersial, pendidikan, fasilitas publik, hingga pusat gaya hidup dinilai menjadi salah satu keunggulan perseroan dalam menarik minat konsumen.

Pendapatan Tembus Rp8,77 Triliun

Berdasarkan laporan kinerja tahun buku 2025, Summarecon membukukan total pendapatan sebesar Rp8,77 triliun.

Segmen pengembangan properti masih menjadi tulang punggung perusahaan dengan kontribusi Rp5,51 triliun atau sekitar 63 persen dari total pendapatan. Pendapatan tersebut berasal dari penjualan rumah tapak, apartemen, serta area komersial.

Sementara itu, segmen investasi dan pengelolaan properti menyumbang Rp2,28 triliun atau tumbuh 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama didorong peningkatan pendapatan sewa pusat perbelanjaan sebesar Rp113,85 miliar.

Kontribusi segmen investasi mencapai sekitar 26 persen dari total pendapatan perusahaan.

Adapun segmen bisnis lainnya, termasuk perhotelan, membukukan pendapatan sebesar Rp981,12 miliar atau meningkat sekitar 1 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat Rp967,31 miliar.

Kinerja hotel yang terus membaik seiring meningkatnya mobilitas masyarakat turut menopang pertumbuhan segmen tersebut, yang berkontribusi sekitar 11 persen terhadap total pendapatan perseroan.

Optimistis Hadapi 2026

Memasuki 2026, Summarecon tetap memasang target ambisius. Perseroan membidik marketing sales sebesar Rp5,2 triliun dari seluruh proyek yang tersebar di sembilan kawasan kota terpadu.

Optimisme tersebut tercermin dari capaian kuartal pertama 2026. Hingga akhir Maret, perusahaan telah membukukan penjualan properti sebesar Rp1,2 triliun atau tumbuh 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Manajemen menyatakan akan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola arus kas, mencermati perubahan kondisi pasar, serta fokus pada pengembangan kawasan terpadu yang berkelanjutan.

Strategi tersebut dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang sekaligus memperkuat posisi Summarecon sebagai salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia.

Di tengah tantangan ekonomi yang masih membayangi, kinerja Summarecon menunjukkan bahwa sektor properti, khususnya pada segmen menengah dan menengah atas, masih memiliki daya tahan yang kuat. Kepercayaan konsumen yang tetap terjaga menjadi modal penting bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham pada tahun-tahun mendatang.

Editor : Mahendra Aditya
#Summarecon Agung #dividen Summarecon 2026 #marketing sales Summarecon #laba bersih SMRA #saham SMRA