Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lift JPO Lenteng Agung Kembali Beroperasi, Pramono Minta Pelaku Vandalisme Ditindak Tegas

Nabila Agustin • Kamis, 11 Juni 2026 | 09:11 WIB
Petugas Dinas Bina Marga Jakarta Selatan melakukan perbaikan lift JPO di kawasan Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (ANTARA FOTO/Ahmad Naufal Oktavian/nym).
Petugas Dinas Bina Marga Jakarta Selatan melakukan perbaikan lift JPO di kawasan Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (ANTARA FOTO/Ahmad Naufal Oktavian/nym).

RADAR KUDUS — Lift pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tapal Kuda Lenteng Agung, Jakarta Selatan, kini kembali dapat digunakan setelah sebelumnya sempat berhenti beroperasi akibat tindakan vandalisme yang merusak sistem kelistrikan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap pelaku perusakan fasilitas umum tersebut.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa gangguan operasional lift terjadi karena kabel listrik sengaja dipotong oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Kondisi tersebut membuat lift tidak bisa berfungsi dan terpaksa dihentikan sementara.

“JPO yang menjadi sasaran vandalisme di Lenteng Agung, yang terjadi adalah kabelnya dipotong. Karena kabel dipotong, operasionalnya terhenti,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan jajaran terkait untuk melakukan penyelidikan mendalam guna mengidentifikasi serta menangkap pelaku perusakan.

Menurutnya, tindakan vandalisme terhadap fasilitas publik tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun.

“Siapapun yang melakukan itu saya minta untuk diambil tindakan dengan tegas,” tegasnya.

Pramono juga menyampaikan, apabila pelaku diketahui merupakan pengguna transportasi umum, maka akan diberlakukan sanksi berupa pemblokiran akses layanan transportasi publik di wilayah DKI Jakarta.

Di sisi lain, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta memastikan bahwa kedua unit lift di JPO Lenteng Agung, baik yang mengarah ke Depok maupun Pasar Minggu, telah kembali beroperasi normal setelah proses perbaikan rampung dilakukan.

Perbaikan tersebut dilakukan oleh Bidang Prasarana dan Sarana Utilitas Kota (PSUK) bersama Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan. Aliran listrik yang sebelumnya terputus berhasil dipulihkan dan kembali tersambung pada Rabu sekitar pukul 13.20 WIB.

Pihak Dinas Bina Marga menegaskan bahwa pemulihan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas layanan infrastruktur publik agar tetap aman dan nyaman digunakan masyarakat.

Terutama bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, serta pengguna berkebutuhan khusus lainnya.

Sebelum kembali berfungsi, kerusakan lift sempat menyulitkan warga yang hendak melintas.

Seorang lansia bernama Saefullah (66) mengaku harus menapaki puluhan anak tangga karena fasilitas lift tidak dapat digunakan.

“Seperti saya saja, saya harus naik 60 anak tangga di sini, belum di sana, total 120 anak tangga. Ini saja saya sudah capek naiknya,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Lia Yulianti (40), yang mengalami pengapuran pada kaki. Ia mengatakan selama ini sangat bergantung pada lift karena kesulitan menggunakan tangga JPO yang cukup tinggi.

Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, mengungkapkan bahwa kerusakan pertama kali diketahui pada 2 Juni 2026 setelah ditemukan kabel listrik dalam kondisi terputus.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat fasilitas umum agar tetap dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh warga.

Aksi perusakan fasilitas publik tidak hanya merugikan dari sisi infrastruktur, tetapi juga berdampak langsung pada mobilitas masyarakat yang sangat bergantung pada sarana tersebut dalam aktivitas sehari-hari.

Editor : Ali Mustofa
#vandalism #pemprov jakarta