Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kotak Pandora Korupsi Program Makan Bergizi Gratis: Eks Wakil Kepala BGN Siap Bongkar 26 Nama Tokoh Elite

Ghina Nailal Husna • Rabu, 10 Juni 2026 | 20:37 WIB
 Eks Wakil Kepala BGN Siap Bongkar 26 Nama Tokoh Elite
Eks Wakil Kepala BGN Siap Bongkar 26 Nama Tokoh Elite

 

RADAR KUDUS — Di balik jeruji besi, langkah Sony Sonjaya tampaknya belum benar-benar habis.

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang kini berstatus sebagai tersangka utama dalam pusaran kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut, memilih jalan radikal untuk membongkar jejaring hitam para pemangsa hak nutrisi anak-anak sekolah.

Sony tidak main-main. Melalui kuasa hukumnya, pengacara senior Elza Syarief, ia secara resmi telah mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) kepada aparat penegak hukum.

Baca Juga: Anggaran Belum Cair, Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Hentikan Sementara Program Makan Bergizi Gratis

Di dalam genggamannya, tersimpan sebuah "buku dosa" berupa catatan digital terperinci yang memuat sedikitnya 26 nama tokoh besar dari kalangan elite yang diduga kuat ikut menikmati aliran dana haram proyek nasional tersebut.

Desakan untuk Menolak Denial dan Membuka Telinga Lebar-Lebar

Langkah berani Sony Sonjaya ini langsung memantik reaksi keras dan dukungan dari pengawas eksternal korps adhyaksa.

Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak), Pujiyono Suwadi, meminta tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung untuk membuka telinga lebar-lebar. 

Ia memperingatkan agar jaksa tidak mengabaikan atau meremehkan "nyanyian" dari sang mantan pejabat yang kini tengah terpojok tersebut.

Bagi Pujiyono, kesaksian ini bisa menjadi kunci emas untuk membuka kotak pandora korupsi yang selama ini terstruktur rapi.

"Jaksa tidak boleh denial (menolak atau menutup mata) terhadap apa yang kemudian diberikan sebagai kesaksian oleh Pak SS (Sony Sonjaya) ini.

Penyidik harus membuka telinga lebar-lebar," tegas Pujiyono saat memberikan keterangan kepada media.

Ia menambahkan bahwa publik sejak awal sudah mengendus adanya keganjilan dalam pelaksanaan program MBG di lapangan.

Menurutnya, mustahil pemotongan anggaran atau penyelewengan dana masif ini hanya dilokalisir pada segelintir orang.

"Karena kan yang dirasakan kasus ini tidak berhenti di beliau bertiga saja, tetapi nanti harus dibuka secara transparan, termasuk kemudian ditarik ke atas hingga sampai ke hilir.

Yang namanya ikan busuk itu memang benar dimulai dari kepala, tapi kan publik sudah menganggap busuknya ini tidak hanya di kepalanya saja, tapi menjalar sampai ke tubuh, bahkan kemudian diduga sampai ke ekornya," sambung Pujiyono tajam menggunakan analogi tersebut.

Peluang Menjadi Saksi Mahkota Demi Sapu Bersih Sampai Akar

Strategi mengajukan diri sebagai Justice Collaborator ini dinilai sebagai langkah strategis bagi Sony untuk mendapatkan keringanan hukuman, sekaligus menjadi momentum bersih-bersih bagi Kejaksaan Agung.

Jika nyanyian Sony di depan penyidik nantinya terbukti valid, berbasis alat bukti yang kuat, dan mampu menyeret figur-figur dengan posisi politik atau jabatan yang lebih tinggi, ia berpotensi besar naik kelas menjadi saksi mahkota (kroongetuige).

Baca Juga: Resmi Naik Hari Ini! Harga Pertamax Meroket Jadi Rp16.250 per Liter, Pertamina Pastikan Stok Aman

Namun, jika pada proses perkembangannya kesaksian Sony ternyata mengarah ke kluster bawah atau pihak swasta di tingkat operasional, hal itu dinilai tetap teramat berharga bagi jaksa penuntut umum.

Informasi terperinci dari dokumen digital yang diserahkannya akan memudahkan penyidik untuk menyisir, melacak tindak pidana pencucian uang (TPPU), dan membersihkan borok korupsi yang menggerogoti Badan Gizi Nasional ini sampai ke akar-akarnya tanpa tebang pilih.

Masyarakat kini menanti keberanian Kejaksaan Agung untuk menindaklanjuti 26 nama elite yang berada di kantong Sony Sonjaya, demi menyelamatkan integritas program pemenuhan gizi anak bangsa. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Korupsi Makan Bergizi Gratis #Sony Sonjaya #Komisi Kejaksaan #badan gizi nasional #justice collaborator