RADAR KUDUS – Kabar mengenai dibukanya pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Berbagai poster dan tautan pendaftaran beredar luas, bahkan diklaim sebagai jalur resmi rekrutmen aparatur sipil negara.
Namun, benarkah seleksi CPNS 2026 sudah dimulai?
Jawabannya: belum.
Pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan hingga pertengahan Juni 2026 belum ada pembukaan resmi pendaftaran CPNS. Masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar tanpa verifikasi karena berpotensi menjadi modus penipuan digital.
Baca Juga: Link Pendaftaran CPNS 2026 Viral, BKN Buka Suara: Jangan Klik, Bisa Jadi Modus Pencurian Data
BKN: Pendaftaran CPNS 2026 Belum Dibuka
BKN menegaskan bahwa poster yang menyebut pendaftaran CPNS 2026 telah dibuka merupakan informasi palsu atau hoaks.
Juru Bicara BKN, Wisudo Putro Nugroho, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan dalam poster viral tersebut. Salah satunya adalah penggunaan tautan yang bukan berasal dari domain resmi pemerintah.
Selain itu, narasi yang digunakan cenderung mendesak masyarakat untuk segera mengakses tautan tertentu sebelum batas waktu yang disebutkan berakhir.
Pola seperti ini kerap digunakan pelaku kejahatan siber untuk memancing korban bertindak tanpa melakukan pengecekan lebih lanjut.
"Poster yang beredar menunjukkan indikasi mencurigakan, mulai dari penggunaan tautan yang bukan domain resmi pemerintah hingga narasi yang mendorong masyarakat segera mengklik tautan tertentu," ujar Wisudo.
BKN menegaskan, apabila seleksi CPNS 2026 benar-benar dibuka, pengumuman hanya akan disampaikan melalui kanal resmi pemerintah.
Jangan Asal Klik, Data Pribadi Bisa Jadi Sasaran
Di tengah tingginya minat masyarakat menjadi ASN, oknum tak bertanggung jawab memanfaatkan momentum tersebut melalui praktik phishing.
Phishing merupakan metode pencurian data dengan menyamar sebagai pihak resmi untuk memperoleh informasi pribadi korban.
Biasanya, korban diminta mengisi data seperti:
-
Nomor Induk Kependudukan (NIK);
-
Nomor Kartu Keluarga;
-
Nama lengkap;
-
Alamat email;
-
Nomor telepon;
-
Informasi rekening;
-
Data pribadi lainnya.
Apabila berhasil diperoleh, data tersebut dapat disalahgunakan untuk berbagai tindak penipuan, pencurian identitas, hingga penyalahgunaan akun digital.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak memasukkan informasi pribadi ke situs yang belum dipastikan keasliannya.
Informasi Resmi Hanya dari SSCASN dan Kanal Pemerintah
BKN mengingatkan masyarakat agar hanya mempercayai informasi yang berasal dari sumber resmi pemerintah.
Kanal resmi yang dapat dipantau antara lain:
-
Portal SSCASN BKN;
-
Website resmi BKN;
-
Website Kementerian PANRB;
-
Media sosial resmi instansi pemerintah.
Masyarakat juga diharapkan ikut menghentikan penyebaran informasi palsu dengan tidak sembarangan membagikan poster atau tautan yang belum diverifikasi.
"Jangan sampai keinginan menjadi ASN justru dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Selalu cek sumber informasi sebelum percaya dan membagikannya," tegas Wisudo.
Jadi, Kapan CPNS 2026 Dibuka?
Meski pendaftaran belum dimulai, peluang dibukanya seleksi CPNS tahun ini masih terbuka.
Pada Januari 2026, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, menyatakan pemerintah sedang menghitung kebutuhan pegawai di setiap kementerian dan lembaga.
Menurutnya, pemetaan kebutuhan aparatur menjadi dasar sebelum pemerintah menetapkan jumlah formasi yang akan dibuka.
"Kita hitung dulu. Kementerian dan lembaga harus mempersiapkan kebutuhan pekerjaannya," ujar Rini.
Selanjutnya, pada Maret 2026, Kementerian PANRB menerbitkan Surat Nomor B/1553/M.SM.01.00/2026 tentang Kebutuhan ASN Tahun Anggaran 2026.
Melalui surat tersebut, seluruh instansi pemerintah diminta mengusulkan kebutuhan jumlah dan jenis jabatan ASN sesuai kebutuhan organisasi.
Kebijakan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara beserta regulasi turunannya terkait manajemen PNS dan PPPK.
Formasi Diperkirakan Ratusan Ribu
Kebutuhan ASN baru diprediksi cukup besar.
Pemerintah sebelumnya menyebut rekrutmen aparatur akan mengacu pada prinsip zero growth, yakni jumlah pegawai yang direkrut disesuaikan dengan jumlah ASN yang memasuki masa pensiun.
Data Kementerian PANRB menunjukkan sekitar 160 ribu hingga 166 ribu ASN pensiun setiap tahun hingga 2026.
Artinya, jika prinsip tersebut diterapkan secara penuh, jumlah formasi CPNS dan PPPK yang dibuka berpotensi mencapai angka serupa.
Prediksi Jadwal Seleksi CPNS 2026
Hingga kini belum ada jadwal resmi. Namun, jika mengacu pada pola seleksi CPNS sebelumnya, tahapan rekrutmen diperkirakan berlangsung pada semester kedua tahun ini.
Berikut prediksi jadwal CPNS 2026:
-
Pengumuman seleksi: Agustus–September 2026;
-
Pendaftaran: Agustus–September 2026;
-
Seleksi administrasi: Agustus–September 2026;
-
Penjadwalan SKD: Oktober 2026;
-
Pelaksanaan SKD: Oktober–November 2026;
-
Pelaksanaan SKB: November–Desember 2026;
-
Pengumuman akhir: Januari 2027;
-
Masa sanggah: Januari 2027;
-
Pengisian DRH: Januari–Februari 2027;
-
Usul penetapan NIP: Februari–Maret 2027.
Meski demikian, jadwal tersebut masih berupa prediksi berdasarkan pola pelaksanaan sebelumnya dan belum menjadi keputusan resmi pemerintah.
Jangan Sampai Jadi Korban Hoaks
Antusiasme masyarakat terhadap seleksi CPNS memang sangat tinggi. Namun, di tengah derasnya arus informasi digital, kewaspadaan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.
Jika menemukan poster pendaftaran, tautan mencurigakan, atau informasi yang belum jelas sumbernya, lakukan verifikasi terlebih dahulu melalui kanal resmi pemerintah.
Sebab, satu klik pada tautan palsu bukan hanya membuat harapan menjadi ASN pupus, tetapi juga dapat membuka celah bagi pelaku kejahatan untuk mencuri data pribadi.
Editor : Mahendra Aditya