Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gempa M 7,7 di Filipina Picu Peringatan Tsunami di Indonesia, Warga Pesisir Dievakuasi

Nabila Agustin • Rabu, 10 Juni 2026 | 16:19 WIB
Gempa M 7,7 di Filipina Picu Peringatan Tsunami di Indonesia, Warga Pesisir Dievakuasi (sumber: @infogempadunia)
Gempa M 7,7 di Filipina Picu Peringatan Tsunami di Indonesia, Warga Pesisir Dievakuasi (sumber: @infogempadunia)

RADAR KUDUS – Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi di wilayah selatan Filipina pada Senin (8/6/2026) pagi memicu kewaspadaan di sejumlah daerah pesisir Indonesia.

Menyusul peristiwa tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami dan mengimbau masyarakat untuk tetap siaga hingga ada pengumuman resmi bahwa kondisi telah aman.

Gempa terjadi sekitar pukul 06.37 WIB dengan pusat berada di kawasan Mindanao, Filipina, atau sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.

Baca Juga: Badai Moneter Hantam Sektor Properti: BI Rate Resmi Naik Jadi 5,5%, Cicilan KPR Siap-Siap Melejit

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa tersebut termasuk kategori gempa dangkal yang dipicu aktivitas penunjaman lempeng tektonik dengan mekanisme sesar naik (thrust fault).

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa gempa memiliki potensi memicu tsunami yang dapat berdampak ke sejumlah wilayah Indonesia.

Karena itu, BMKG segera menerbitkan peringatan dini tsunami dalam waktu kurang dari 10 menit setelah gempa terdeteksi.

Sejumlah daerah masuk kategori siaga tsunami, di antaranya Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Talaud, Kepulauan Sitaro, Tolitoli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate, serta Kota Bitung.

Sementara itu, wilayah lain seperti Kota Tidore, Halmahera, Halmahera Utara, Bulungan, Nunukan, Tarakan, Kutai Timur, Bontang, dan Berau berada pada status waspada.

Baca Juga: Aksi Kejam Ayah dan Anak di Tangerang Habisi Pedagang Cilok dengan Cutter

Warga Pesisir Diminta Menjauh dari Pantai

BMKG mengingatkan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir agar segera menuju tempat yang lebih tinggi dan menjauhi area pantai maupun muara sungai sebagai langkah mitigasi.

Aktivitas di sepanjang garis pantai juga diminta dihentikan sementara hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.

Beberapa jam setelah gempa utama terjadi, BMKG melaporkan adanya gelombang tsunami dengan ketinggian relatif rendah yang terdeteksi di sejumlah titik pemantauan.

Gelombang tersebut tercatat di Ulu Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro; Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud; serta Kedi di Kabupaten Halmahera Barat.

Tinggi muka air laut yang terpantau berkisar antara 9 hingga 18 sentimeter.

Meski tidak tergolong besar, BMKG menegaskan bahwa masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaan karena proses pemantauan dan simulasi tsunami masih terus dilakukan secara berkelanjutan.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyebut sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami perubahan tinggi muka air laut berdasarkan hasil pemodelan terbaru.

Oleh karena itu, masyarakat diminta terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait.

Warga Panik, Pasien Rumah Sakit Dievakuasi

Getaran gempa juga dirasakan cukup kuat di berbagai wilayah Sulawesi Utara.

Warga di Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Manado, Minahasa, Bitung hingga Bolaang Mongondow dilaporkan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Di wilayah pesisir Kepulauan Sangihe, sebagian warga memilih mengungsi ke dataran yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tsunami.

Banyak warga mengaku guncangan terasa kuat dan berlangsung cukup lama sehingga menimbulkan kepanikan.

Sementara itu, di Kota Manado, ratusan pasien di Rumah Sakit Siloam dievakuasi ke area terbuka.

Petugas medis terlihat memindahkan pasien menggunakan tempat tidur dan kursi roda sambil memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan selama proses evakuasi.

Kerusakan Bangunan dan Gempa Susulan

Selain menimbulkan kepanikan, gempa juga menyebabkan kerusakan di sejumlah daerah. Basarnas Manado bersama BPBD Sulawesi Utara menerima laporan adanya rumah warga yang mengalami kerusakan di Kabupaten Kepulauan Talaud akibat guncangan kuat tersebut.

Hingga saat ini, petugas masih melakukan pendataan dan verifikasi untuk mengetahui jumlah pasti bangunan yang terdampak.

BMKG juga mencatat setidaknya dua gempa susulan dengan magnitudo 6,7 dan 5,9 setelah gempa utama.

Munculnya gempa susulan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa status kewaspadaan di sejumlah wilayah pesisir masih dipertahankan.

Korban Jiwa di Filipina

Dampak yang lebih besar dilaporkan terjadi di Filipina sebagai wilayah yang berada dekat dengan pusat gempa.

Pemerintah setempat melaporkan sedikitnya 19 orang meninggal dunia dan 129 lainnya mengalami luka-luka akibat bencana yang mengguncang kawasan Mindanao dan sekitarnya.

Pemerintah Indonesia melalui BMKG, BNPB, BPBD, Basarnas, serta berbagai lembaga terkait terus memantau perkembangan situasi.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya serta hanya mengikuti informasi resmi dari pemerintah hingga peringatan tsunami benar-benar dicabut. (*)

Editor : Ali Mustofa
#bencana alam #filipina #gempa #evakuasi #tsunami