JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa informasi mengenai penghentian penyaluran dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ramai beredar di berbagai platform digital tidak benar. Lembaga tersebut memastikan tidak pernah mengeluarkan kebijakan maupun instruksi resmi untuk menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di seluruh Indonesia.
Klarifikasi ini disampaikan setelah muncul berbagai informasi yang menyebut sejumlah dapur MBG terancam berhenti beroperasi akibat penghentian aliran dana dari pemerintah pusat. Isu tersebut memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, khususnya para penerima manfaat dan mitra pelaksana program.
Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah dan menjadi salah satu program prioritas nasional dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Baca Juga: 7 SPPG di Banda Aceh Hentikan Layanan MBG, Dana Operasional dari Pusat Belum Masuk
Tidak Ada Instruksi Penghentian Operasional
Menurut Nanik, hingga saat ini BGN tidak pernah menerbitkan surat, kebijakan, maupun instruksi yang memerintahkan penghentian operasional dapur MBG di daerah.
Ia menegaskan bahwa berbagai informasi yang menyebut penghentian layanan secara nasional bukan berasal dari sumber resmi pemerintah sehingga tidak dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan oleh pengelola SPPG maupun mitra pelaksana.
"Kami memastikan tidak ada kebijakan penghentian operasional dapur MBG. Program tetap berjalan dan terus dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.
Ada Dinamika Administratif, Bukan Penghentian Program
BGN mengakui bahwa dalam pelaksanaan program berskala nasional yang menjangkau ribuan satuan layanan di berbagai daerah, terkadang terdapat dinamika administratif, termasuk dalam proses pencairan anggaran operasional.
Namun demikian, kondisi tersebut tidak dapat diartikan sebagai penghentian program.
Beberapa daerah memang melaporkan adanya keterlambatan masuknya dana operasional ke rekening virtual account (VA) SPPG. Situasi ini menyebabkan sebagian dapur harus melakukan penyesuaian operasional sambil menunggu proses administrasi selesai.
Meski demikian, BGN menegaskan bahwa penyaluran dana tetap berjalan dan pemerintah terus melakukan koordinasi untuk memastikan seluruh kebutuhan operasional dapat terpenuhi.
Program Prioritas untuk Peningkatan Gizi Nasional
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu agenda strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Program ini menyasar peserta didik, balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok rentan lainnya yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.
Melalui jaringan SPPG yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, pemerintah berupaya menyediakan makanan bergizi yang memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.
Selain meningkatkan kualitas gizi, program tersebut juga diharapkan mampu membantu menekan angka stunting, meningkatkan konsentrasi belajar anak, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM sebagai pemasok bahan pangan.
Baca Juga: Dana Belum Cair, IPAL Bermasalah dan Kasus Keracunan, 28 SPPG Wonogiri Stop Sementara
Mitra Diminta Mengacu pada Informasi Resmi
BGN meminta seluruh mitra pelaksana, yayasan pengelola, pemasok bahan pangan, hingga masyarakat luas untuk selalu mengutamakan informasi yang berasal dari kanal komunikasi resmi pemerintah.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran disinformasi yang dapat menimbulkan keresahan dan memengaruhi pelaksanaan program di lapangan.
Apabila terdapat kendala teknis maupun administratif, pengelola SPPG diminta berkoordinasi langsung melalui jalur resmi yang telah disediakan oleh BGN.
Dengan demikian, setiap persoalan dapat diselesaikan secara cepat tanpa memunculkan spekulasi yang berpotensi menyesatkan publik.
Fokus Menjaga Keberlangsungan Layanan
BGN menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh penerima manfaat tetap memperoleh layanan makanan bergizi sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.
Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola SPPG, dan berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat guna menjaga kelancaran distribusi makanan bergizi di seluruh wilayah Indonesia.
Pihak BGN juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi informasi dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.
Dengan komitmen tersebut, pemerintah berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan optimal, memberikan manfaat bagi masyarakat luas, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.
Editor : Mahendra Aditya