Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dana Belum Cair, IPAL Bermasalah dan Kasus Keracunan, 28 SPPG Wonogiri Stop Sementara

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 8 Juni 2026 | 17:29 WIB
Ilustrasi foto SPPG di Wonogiri Stop sementara
Ilustrasi foto SPPG di Wonogiri Stop sementara

WONOGIRI – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Wonogiri menghadapi tantangan serius. Sebanyak 28 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk sementara menghentikan operasionalnya, sehingga berdampak pada lebih dari 60 ribu penerima manfaat yang selama ini bergantung pada distribusi makanan bergizi dari program tersebut.

Penghentian layanan terjadi akibat kombinasi beberapa faktor, mulai dari perbaikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), keterlambatan pencairan dana operasional dari pusat, hingga penghentian sementara yang berkaitan dengan investigasi kasus keracunan makanan.

Kondisi ini menjadi salah satu gangguan terbesar terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Wonogiri sejak program tersebut dijalankan. Pemerintah daerah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) kini berupaya mempercepat penyelesaian berbagai kendala agar layanan dapat kembali berjalan normal.

Baca Juga: Dana MBG Belum Cair, Dua Dapur SPPG di Subulussalam Hentikan Operasional Sementara

Tiga Penyebab Utama Penghentian Operasional

Berdasarkan data yang dihimpun dari pemerintah daerah dan pengelola program, terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan 28 SPPG tidak beroperasi.

Pertama, sebanyak 11 SPPG dihentikan sementara karena proses pembenahan dan penyesuaian sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Langkah ini dilakukan untuk memastikan dapur MBG memenuhi standar sanitasi dan pengelolaan lingkungan yang ditetapkan.

SPPG yang menjalani perbaikan IPAL tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Purwantoro, Wonogiri Kota, Jatisrono, Tirtomoyo, Wuryantoro, Girimarto, Baturetno, dan Manyaran.

Kedua, sebanyak 16 SPPG belum dapat beroperasi karena dana operasional dari pemerintah pusat belum masuk ke rekening virtual account (VA) masing-masing dapur MBG. Akibatnya, pengelola tidak dapat melakukan pengadaan bahan baku maupun distribusi makanan kepada penerima manfaat.

SPPG yang terdampak persoalan pencairan dana tersebar di Kecamatan Purwantoro, Giritontro, Jatisrono, Sidoharjo, Wonogiri Kota, Batuwarno, Slogohimo, Nguntoronadi, Puhpelem, Kismantoro, Baturetno hingga Jatiroto.

Ketiga, satu SPPG di Kecamatan Jatiroto dihentikan sementara setelah muncul kasus keracunan makanan yang saat ini masih dalam proses evaluasi dan penanganan lebih lanjut oleh pihak terkait.

Lebih dari 60 Ribu Penerima Manfaat Terdampak

Terhentinya operasional 28 dapur MBG tersebut berdampak luas terhadap penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis di Wonogiri.

Diperkirakan lebih dari 60 ribu penerima manfaat, yang terdiri dari siswa sekolah, anak-anak, serta kelompok sasaran lainnya, tidak menerima layanan makanan bergizi selama masa penghentian operasional berlangsung.

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya peran SPPG dalam mendukung program peningkatan gizi masyarakat yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah.

Pemda Akui Ada Kendala Dana dan Infrastruktur

Wakil Bupati Wonogiri, Imron Rizkyarno, membenarkan adanya penghentian sementara puluhan SPPG tersebut.

Menurutnya, sebagian dapur MBG harus menghentikan aktivitas karena masih menunggu dana bantuan operasional masuk ke rekening virtual account yang telah disiapkan pemerintah.

Selain itu, sejumlah dapur juga diwajibkan melakukan penyesuaian terhadap sistem pengolahan limbah sebelum kembali memperoleh izin operasional.

Imron menjelaskan bahwa mitra pengelola tidak diperbolehkan menggunakan dana pribadi atau dana talangan untuk membiayai operasional sebelum anggaran resmi diterima.

Karena itu, dapur yang belum menerima transfer dana dari pusat terpaksa menghentikan sementara layanan meski kebutuhan distribusi makanan tetap tinggi.

Baca Juga: Dana Operasional Belum Masuk, 55 SPPG di Batam Stop Distribusi Makan Bergizi Gratis

BGN Pastikan Proses Perbaikan dan Pencairan Berjalan

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Wonogiri, Pandri Prabowo, menyatakan bahwa proses transfer dana operasional dari pusat saat ini sedang berlangsung.

Sementara itu, untuk dapur yang dihentikan akibat kasus keracunan maupun persoalan IPAL, operasional baru dapat kembali berjalan setelah memperoleh rekomendasi resmi dari BGN.

Menurutnya, proses evaluasi dan peninjauan lapangan masih dilakukan guna memastikan seluruh standar keamanan pangan, sanitasi, dan tata kelola operasional telah terpenuhi.

Tantangan Tata Kelola Program MBG

Peristiwa di Wonogiri mencerminkan tantangan yang masih dihadapi dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis secara nasional. Selain kesiapan anggaran, keberhasilan program juga bergantung pada kesiapan infrastruktur, sistem pengawasan keamanan pangan, serta kelancaran distribusi dana ke daerah.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah daerah di Indonesia juga melaporkan penghentian sementara operasional SPPG akibat kendala serupa, terutama terkait keterlambatan pencairan dana operasional.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi program prioritas nasional yang akan terus diperkuat melalui perbaikan tata kelola, pengawasan, dan sistem distribusi anggaran.

Dengan proses transfer dana yang sedang berjalan dan evaluasi teknis yang terus dilakukan, pemerintah berharap seluruh SPPG di Wonogiri dapat segera kembali beroperasi sehingga pelayanan kepada puluhan ribu penerima manfaat dapat berlangsung normal kembali.

Editor : Mahendra Aditya
#Dana MBG Belum Cair #SPPG Wonogiri #keracunan mbg #Makan Bergizi Gratis #badan gizi nasional