Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Presiden Prabowo Jadwalkan Pelantikan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Rekam Jejaknya Kembali Jadi Sorotan

Ali Mustofa • Senin, 8 Juni 2026 | 14:53 WIB
Kepala BGN Nanik S Dayang saat konferensi pers di Kantor BGN, Kamis (4/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Kepala BGN Nanik S Dayang saat konferensi pers di Kantor BGN, Kamis (4/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

RADAR KUDUS – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Senin (8/6/2026) sore.

Menjelang pelantikan tersebut, nama Nanik kembali menjadi perhatian publik karena perjalanan karier serta sejumlah peristiwa yang pernah mengundang kontroversi.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa agenda pelantikan pimpinan baru BGN akan dilaksanakan sekitar pukul 15.00 WIB di Istana Kepresidenan Jakarta.

"Hari ini direncanakan akan ada pelantikan pimpinan Badan Gizi Nasional," ujar Prasetyo Hadi saat ditemui di kompleks DPR RI, Senin.

Selain melantik Nanik sebagai Kepala BGN, Presiden Prabowo juga dijadwalkan mengangkat Presiden Partai Buruh Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan.

Menurut Prasetyo, Said Iqbal akan membantu pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan terkait ketenagakerjaan dan peningkatan kesejahteraan pekerja.

Dipercaya Menggantikan Dadan

Pemerintah memiliki sejumlah pertimbangan dalam menunjuk Nanik S Deyang sebagai pemimpin baru BGN.

Salah satu alasan utamanya adalah karakter kepemimpinan yang dinilai tegas serta konsisten dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP).

Prasetyo Hadi menilai Nanik memiliki komitmen tinggi terhadap kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku di lingkungan Badan Gizi Nasional.

"Beliau sangat tegas dalam penerapan SOP dan kedisiplinan kerja," ungkap Prasetyo dalam konferensi pers di Istana beberapa waktu lalu.

Selain itu, pengalaman Nanik sebagai Wakil Kepala BGN dianggap menjadi modal penting karena telah memahami sistem kerja, pola pengawasan, hingga berbagai tantangan yang dihadapi lembaga tersebut, khususnya dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebelum ditunjuk menjadi kepala lembaga, Nanik diketahui menjabat sebagai Wakil Kepala BGN yang membidangi Komunikasi Publik dan Investigasi.

Sejumlah Kontroversi yang Pernah Mengiringi Namanya

Di tengah kabar pelantikannya, rekam jejak Nanik kembali menjadi bahan perbincangan publik.

Berikut beberapa peristiwa yang pernah membuat namanya menjadi sorotan.

1. Pernah Dikaitkan dengan Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Nama Nanik sempat mencuat dalam kasus hoaks yang melibatkan aktivis Ratna Sarumpaet pada tahun 2018.

Saat itu ia menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dalam proses persidangan, Nanik dihadirkan sebagai saksi karena disebut mengetahui informasi awal terkait dugaan penganiayaan terhadap Ratna yang belakangan terbukti tidak benar.

Nanik mengaku sempat meminta izin kepada Ratna sebelum mengunggah foto wajah lebam yang kemudian beredar luas di media sosial.

Namun pernyataan tersebut dibantah oleh Ratna Sarumpaet sehingga memunculkan polemik yang cukup besar saat itu.

2. Latar Belakang Non-Gizi Saat Masuk BGN

Penunjukan Nanik di jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional juga pernah menuai perhatian karena ia tidak berasal dari bidang gizi maupun kesehatan.

Perempuan kelahiran Madiun, 3 Januari 1968 tersebut dikenal memiliki pengalaman panjang sebagai jurnalis dan aktivis organisasi.

Karier medianya dimulai sebagai wartawan di Tabloid Bangkit yang berada di bawah naungan Kompas Gramedia.

Selain itu, ia juga pernah mengemban sejumlah jabatan strategis, antara lain Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan periode 2024–2029, Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN), serta Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).

Meski memiliki pengalaman manajerial dan komunikasi yang luas, sebagian kalangan menilai posisi Kepala BGN seharusnya diisi oleh sosok yang memiliki latar belakang kuat di bidang gizi atau kesehatan masyarakat.

3. Pernyataannya tentang Kritik terhadap Program MBG

Nanik juga sempat menjadi sorotan setelah memberikan tanggapan mengenai berbagai kritik yang ditujukan kepada Program Makan Bergizi Gratis.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan BGN Goes To Campus di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, pada Mei 2026.

Dalam kesempatan itu, ia menilai program MBG kerap menjadi sasaran kritik di media sosial.

Menurutnya, apa pun yang terjadi, program tersebut selalu menjadi bahan pembicaraan publik.

Ucapan tersebut kemudian ramai diperbincangkan dan memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat maupun pengguna media sosial.

4. Menangis Saat Meminta Maaf dalam Kasus Keracunan MBG

Perhatian publik juga sempat tertuju pada Nanik ketika ia menyampaikan permintaan maaf terkait sejumlah kasus keracunan makanan yang dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis pada September 2025.

Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor BGN Jakarta, Nanik mengakui bahwa sebagian besar insiden yang terjadi saat itu dipicu oleh ketidakpatuhan terhadap SOP yang berlaku.

Dengan nada emosional, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

Dan berjanji akan melakukan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang.

Momen ketika Nanik terlihat menahan tangis saat menyampaikan permintaan maaf tersebut sempat viral dan banyak dibicarakan publik.

5. Rekam Jejak Politik dan Kedekatan dengan Lingkaran Prabowo

Sebelum bergabung dalam pemerintahan, Nanik dikenal aktif di dunia politik.

Ia pernah menjadi Wakil Ketua BPN Koalisi Adil Makmur yang mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Ia juga tercatat sebagai Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN), organisasi yang didirikan oleh Presiden Prabowo.

Latar belakang politik dan kedekatannya dengan lingkaran Presiden tersebut kembali menjadi perhatian publik setelah dirinya dipercaya menempati posisi strategis sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.

Dengan pelantikan yang dijadwalkan berlangsung sore ini, Nanik S Deyang akan menghadapi tantangan besar dalam memimpin BGN.

Terutama dalam memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar serta mampu menjawab berbagai kritik yang berkembang di masyarakat.

Editor : Ali Mustofa
#Nanik S Deyang #Presiden Prabowo #kesehatan masyarakat #Kepala BGN