RADAR KUDUS – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,1 dilaporkan mengguncang wilayah lepas pantai Pulau Mindanao, Filipina.
Informasi ini disampaikan oleh Pusat Seismologi Eropa-Mediterania (EMSC) pada Senin waktu setempat.
Gempa terjadi pada pukul 23:37 GMT, dengan lokasi pusat gempa berada sekitar 58 kilometer dari Kota General Santos yang memiliki populasi sekitar 679.000 jiwa.
Getaran juga tercatat berasal dari kedalaman 57 kilometer di bawah permukaan bumi.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa besar tersebut.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah terjadi gempa tektonik bermagnitudo 7,7 di wilayah Laut Sulawesi pada Senin pagi pukul 06.37 WIB.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam konferensi pers virtual di Jakarta menyampaikan bahwa pusat gempa berada pada kedalaman 47 kilometer, tepatnya di barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, yang berada di kawasan sektor Mindanao, Filipina.
Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan gelombang tsunami di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
“BMKG telah memperbarui peringatan dini tsunami untuk wilayah pesisir Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, hingga Kalimantan Timur,” ujarnya, dikutip dari Antara.
BMKG menetapkan sejumlah wilayah dalam status Siaga, di antaranya Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Sitaro, Toli-Toli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate, dan Kota Bitung.
Sementara itu, wilayah dengan status Waspada meliputi Kota Tidore, Bulungan, Nunukan, Halmahera, Kota Tarakan, Halmahera Utara, Kutai Timur, Kota Bontang, dan Berau.
BMKG juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk segera melakukan langkah evakuasi mandiri sesuai tingkat ancaman yang telah ditetapkan.
“Untuk wilayah Siaga, masyarakat diminta segera menjauhi pantai dan menuju tempat yang lebih tinggi. Sedangkan untuk Waspada, hindari aktivitas di pesisir maupun aliran sungai,” jelasnya.
Hingga pukul 07.11 WIB, sistem Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) mencatat adanya dua gempa susulan dengan kekuatan masing-masing magnitudo 6,7 dan 5,9.
Aktivitas ini masih terus dipantau oleh BMKG untuk perkembangan lebih lanjut.
Editor : Ali Mustofa