Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Di Tengah Badai Pelemahan Rupiah, Lonjakan Harta Gubernur BI Rp72 Miliar dan Sedan Mewah Jadi Sorotan

Ghina Nailal Husna • Sabtu, 6 Juni 2026 | 23:29 WIB
 Lonjakan Harta Gubernur BI Rp72 Miliar dan Sedan Mewah Jadi Sorotan
Lonjakan Harta Gubernur BI Rp72 Miliar dan Sedan Mewah Jadi Sorotan
 

RADAR KUDUS - Kondisi sektor finansial tanah air yang tengah menghadapi tekanan berat akibat depresiasi nilai tukar rupiah memicu sensitivitas publik terhadap para pejabat otoritas moneter. 

Di tengah perjuangan keras menstabilkan mata uang Garuda yang terus menukik, sorotan tajam masyarakat kini justru tertuju pada profil kekayaan pribadi Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo.

Laporan publikasi harta kekayaan sang nomor satu di bank sentral tersebut memicu perdebatan hangat, lantaran menunjukkan tren kenaikan yang sangat signifikan berbanding terbalik dengan kondisi makroekonomi domestik yang sedang fluktuatif.

Baca Juga: Desakan Ekonomi di Tengah Melambungnya Harga, Sembako Kini Jadi Incaran Utama Komplotan Pencuri

Sedan Premium Miliaran Rupiah Jadi Satu-satunya Kendaraan Resmi

Salah satu poin dalam aset bergerak milik Perry Warjiyo yang paling menyita perhatian warganet adalah kepemilikan sebuah unit kendaraan roda empat kelas premium.

Berdasarkan data resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode terbaru yang disetorkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sang Gubernur tercatat memiliki sebuah mobil sedan mewah asal pabrikan Jerman, Mercedes-Benz S450 keluaran tahun 2023.

Kendaraan mewah dengan spesifikasi kelas atas tersebut ditaksir memiliki nilai pasar menembus angka Rp2,43 miliar.

Menariknya, sedan mewah ini menjadi satu-satunya aset alat transportasi mesin yang dilaporkan secara resmi dalam daftar LHKPN miliknya.

Keberadaan kendaraan bernilai fantastis di garasi sang pembuat kebijakan moneter ini dinilai sebagian kalangan terasa kontras dan ironis di mata masyarakat luas, khususnya di tengah situasi pasar yang sedang berdarah-darah akibat gempuran dolar AS, meskipun Bank Indonesia berulang kali menegaskan telah melakukan berbagai langkah intervensi pasar secara masif.

Melambung Fantastis dalam Kurun Waktu Satu Dekade

Jika menilik rekam jejak pelaporan harta kekayaannya dari tahun ke tahun, laju pertumbuhan pundi-pundi kekayaan Perry Warjiyo memang tergolong sangat pesat dalam kurun waktu kurang dari satu dekade terakhir.

Fluktuasi penambahan nilai asetnya dinilai para pengamat sangat mengesankan bagi seorang pejabat karier di sektor publik.

Sebagai gambaran perbandingan historis:

  • Tahun 2015: Total harta kekayaan Perry tercatat masih berada di kisaran angka Rp12 miliar.

  • Tahun 2024 hingga 2026: Dalam jangka waktu sekitar sepuluh tahun, angka tersebut melambung tinggi dan secara resmi menyentuh total Rp72,69 miliar.

Didominasi Aset Properti di Wilayah Strategis

Melonjaknya total kekayaan Gubernur Bank Indonesia hingga menembus angka Rp72 miliar tersebut diketahui bukan berasal dari simpanan kas cair semata, melainkan buah dari investasi sektor properti yang bergerak naik secara masif.

Berdasarkan rincian dokumen pemaparan LHKPN, sebagian besar porsi kekayaan Perry didominasi oleh kepemilikan belasan bidang tanah dan bangunan.

Baca Juga: Survei Poltracking 2026: Mayoritas Publik Puas dan Rasakan Manfaat Langsung Program Makan Bergizi Gratis

Aset-aset tidak bergerak tersebut tersebar luas di berbagai wilayah penyangga ekonomi yang sangat strategis, mulai dari kawasan elite di DKI Jakarta, Tangerang Selatan, hingga kawasan industri yang sedang berkembang pesat di Karawang.

Total nilai valuasi dari seluruh tanah dan bangunan yang dikantonginya tersebut dilaporkan mencapai angka Rp52,3 miliar.

Akumulasi kekayaan yang besar inilah yang kini memicu gelombang diskusi kritis di kalangan masyarakat sipil, yang mengharapkan adanya pengawasan yang lebih peka serta fokus penuh dari otoritas bank sentral untuk segera menyelamatkan stabilitas ekonomi nasional dibandingkan pertumbuhan aset pribadi. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Pelemahan Rupiah 2026 #Harta Perry Warjiyo #Gubernur Bank Indonesia #LHKPN Bank Indonesia #Mobil Mewah Mercedes Benz S450