RADAR KUDUS - Kawasan industri hijau Subang Smartpolitan mendadak mencekam setelah kobaran api melanda lokasi proyek pembangunan pabrik raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD (Build Your Dreams), pada Rabu (3/6/2026) siang sekitar pukul 14.15 WIB.
Insiden kebakaran di area konstruksi masa depan ini sempat memicu kepanikan luar biasa di kalangan para pekerja bangunan yang langsung berhamburan menyelamatkan diri.
Asap hitam pekat yang membubung tinggi ke langit dari salah satu struktur bangunan utama sempat memicu kekhawatiran akan adanya kerusakan masif pada investasi besar kendaraan listrik tersebut.
Baca Juga: Rupiah Melemah, Wakil Menteri Pariwisata Bidik Peluang Emas Gaet Turis Asing Lebih Banyak
Namun, respons cepat dari sistem mitigasi darurat berhasil mencegah terjadinya bencana yang lebih besar.
Kronologi Kejadian dan Kepanikan Pekerja Proyek
Menurut kesaksian sejumlah pekerja di lapangan, kepulan asap tebal pertama kali terlihat di bagian atas gedung yang masih dalam tahap pengerjaan fisik.
Hanya dalam hitungan menit, api tampak membesar dan merambat di salah satu sudut atap bangunan.
Melihat situasi yang kian tak terkendali, sirine darurat segera dibunyikan. Ratusan pekerja konstruksi yang berada di dalam maupun di sekitar area proyek langsung menghentikan aktivitas mereka, lalu berlarian menjauh menuju titik kumpul (assembly point) yang aman demi menghindari runtuhan material yang terbakar.
Hasil Penyelidikan Sementara: Dipicu Puntung Rokok
Pihak kepolisian setempat yang langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) segera melakukan olah data awal untuk mencari tahu penyebab utama munculnya titik api.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aparat menduga kuat bahwa insiden ini murni disebabkan oleh kelalaian manusia (human error).
Kebakaran disinyalir kuat dipicu oleh sebuah puntung rokok yang masih menyala, yang dibuang sembarangan oleh oknum di area proyek.
Celakanya, puntung rokok tersebut jatuh dan mengenai tumpukan material yang sangat sensitif terhadap panas di area atap lantai 4.
"Api diduga berasal dari puntung rokok yang mengenai material mudah terbakar di area atap lantai 4, termasuk styrofoam sisa pengerjaan dan lapisan aspal yang digunakan sebagai pelindung konstruksi," ungkap perwakilan pihak berwenang setempat.
Kombinasi antara bahan styrofoam yang rentan api serta lapisan aspal cair membuat kobaran api sempat membesar dengan sangat cepat dan menghasilkan asap hitam yang pekat.
Pemadaman Kilat dan Evaluasi Total K3
Meskipun sempat terlihat mengerikan, dampak buruk dari kebakaran ini berhasil diredam berkat kesiapsiagaan tim tanggap darurat internal kawasan Subang Smartpolitan.
Begitu menerima laporan, tim pemadam internal langsung bergerak taktis melakukan lokalisasi api menggunakan peralatan pemadam yang memadai.
Baca Juga: Kongkalikong Agen dan Marketing Bank Bobol Dana Rp2,5 Miliar: Ratusan KTP Warga Dicatut Tanpa Izin
Kerja keras tersebut membuahkan hasil positif; si jago merah berhasil dijinakkan secara total hanya dalam kurun waktu sekitar 20 menit sebelum merembet ke bagian vital bangunan lainnya.
Pihak manajemen proyek mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini, dan kerugian materiil dilaporkan relatif minim berkat penanganan yang sangat cepat.
Meski demikian, pihak kepolisian bersama tim internal BYD menegaskan akan tetap mendalami kasus ini guna memastikan penyebab pasti serta melakukan evaluasi total terhadap penerapan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh area megaproyek tersebut. (*)