Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sambangi Jeddah, Kepala BGN Buka Peluang Program Makan Bergizi Gratis Menyasar Ribuan Anak Pekerja Migran di Arab Saudi

Ghina Nailal Husna • Selasa, 2 Juni 2026 | 21:30 WIB
Kepala BGN Buka Peluang Program Makan Bergizi Gratis Menyasar Ribuan Anak Pekerja Migran di Arab Saudi.
Kepala BGN Buka Peluang Program Makan Bergizi Gratis Menyasar Ribuan Anak Pekerja Migran di Arab Saudi.

 

RADAR KUDUS — Rencana ekspansi program unggulan nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG), ke kancah internasional tampaknya bukan sekadar wacana.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, secara terbuka menyatakan tengah menjajaki peluang serius untuk menyalurkan program pemenuhan gizi ini bagi para pelajar Indonesia yang berada di luar negeri, dengan membidik ekosistem pendidikan di Arab Saudi sebagai pionir percontohan.

Pernyataan strategis ini disampaikan langsung oleh Dadan saat ditemui di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, pada Minggu (31/5/2026) malam waktu setempat.

Baca Juga: Romantis! Foto Prewedding Terbaru Jennifer Coppen dan Justin Hubner Tampil Bertema Alam

Langkah ini diambil sebagai respons cepat pemerintah dalam menangkap aspirasi anak-anak bangsa yang berada di luar yurisdiksi tanah air.

"Jika gagasan ini disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto, maka Sekolah Indonesia Jeddah akan resmi menjadi pilot project atau percontohan pertama implementasi program MBG di luar negeri," ujar Dadan Hindayana.

Sebelum memberikan pernyataan di bandara, Kepala BGN telah melakukan kunjungan dinas langsung untuk meninjau kondisi Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) pada hari yang sama.

Kunjungan tersebut menyingkap fakta emosional mengenai betapa besarnya harapan anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) terhadap program gizi nasional ini.

Meskipun hari kunjungan bertepatan dengan hari libur sekolah, atmosfer di lokasi justru dipenuhi antusiasme yang luar biasa.

Sebanyak kurang lebih 100 siswa bersama 56 guru tetap hadir di sekolah demi menyambut langsung kedatangan Kepala BGN. 

Berdasarkan pengamatan di lapangan, anak-anak ekspatriat tersebut ternyata sangat mengikuti perkembangan berita di tanah air (well-informed) mengenai masifnya gerakan pemenuhan gizi nasional di Indonesia.

"Mereka sangat tahu informasi terkait MBG di Indonesia. Secara spontan, anak-anak di sini menyampaikan keinginan besar mereka untuk bisa ikut menikmati program yang sama seperti yang dirasakan oleh teman-teman sebaya mereka di tanah air," tutur Dadan dengan penuh apresiasi.

Berdasarkan data kelembagaan, Sekolah Indonesia Jeddah saat ini mengemban tugas penting dalam mendidik sekitar 1.080 anak-anak dari para pekerja migran asal Indonesia. Angka ini menjadi basis sentral bagi BGN untuk menghitung kebutuhan logistik pemenuhan gizi di sana.

Selain di kota pelabuhan Jeddah, ekosistem pendidikan serupa juga berdiri kokoh di kota suci Makkah. Sekolah Indonesia Makkah tercatat menampung sekitar 400 siswa aktif.

Baca Juga: Libur Iduladha 2026: Penumpang Kereta Api Daop 4 Semarang Capai 229 Ribu Orang

Jika kedua lembaga ini nantinya resmi diintegrasikan ke dalam ekosistem Badan Gizi Nasional, maka ada hampir 1.500 anak pekerja migran di Arab Saudi yang akan terjamin pemenuhan gizi makro dan mikronya oleh negara.

BGN berkomitmen untuk segera merumuskan laporan peninjauan komprehensif ini untuk diserahkan ke meja kepresidenan. 

Jika mendapatkan lampu hijau, pembentukan regulasi teknis lintas kementerian akan segera dipacu guna merancang dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) perdana di tanah suci. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Sekolah Indonesia Jeddah #Kepala BGN Dadan Hindayana #Makan Bergizi Gratis Luar Negeri #Anak Pekerja Migran Indonesia #Pemenuhan Gizi Pelajar Arab Saudi