RADAR KUDUS – Pemerintah Arab Saudi menyatakan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah atau tahun 2026 berlangsung dengan lancar dan sukses.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan sistem keamanan yang ketat, pengelolaan organisasi yang terstruktur, serta layanan terpadu yang diberikan kepada jutaan jamaah selama berada di Tanah Suci.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pangeran Saud bin Mishaal bin Abdulaziz, Wakil Gubernur Wilayah Makkah sekaligus Wakil Ketua Komite Tetap Haji dan Umrah.
Menurutnya, seluruh elemen penyelenggaraan haji tahun ini bekerja secara terkoordinasi sehingga jamaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan aman, tertib, dan nyaman.
Pangeran Saud menjelaskan bahwa berbagai aspek pendukung, mulai dari keamanan, transportasi, kesehatan, hingga pelayanan jamaah, telah dirancang dalam satu sistem yang saling terhubung.
Pendekatan tersebut dinilai efektif dalam mengantisipasi berbagai tantangan yang muncul selama musim haji.
Berkat koordinasi yang baik antarinstansi, jutaan jamaah dari berbagai negara dapat menjalankan ibadah tanpa hambatan berarti dan tetap berada dalam pengawasan yang optimal.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan haji bukanlah akhir dari tugas pemerintah Arab Saudi.
Sebaliknya, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada para tamu Allah pada musim haji berikutnya.
“Keberhasilan ini merupakan bagian dari tanggung jawab berkelanjutan Arab Saudi dalam melayani Islam dan umat Muslim di seluruh dunia,” ujarnya.
Sementara itu, otoritas statistik Arab Saudi melaporkan bahwa total jamaah haji yang mengikuti musim haji 2026 mencapai 1.707.301 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.546.655 jamaah berasal dari 165 negara, sedangkan 160.646 lainnya merupakan jamaah domestik yang berasal dari berbagai wilayah di Arab Saudi.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah jamaah tahun ini mengalami peningkatan.
Pada musim haji 2025 tercatat sekitar 1,67 juta jamaah, sedangkan pada 2024 jumlahnya sempat menembus lebih dari 1,83 juta orang.
Pelaksanaan ibadah haji tahun ini dimulai pada Senin, 25 Mei 2026, ketika para jamaah bergerak menuju Mina untuk memulai tahapan utama ibadah haji.
Sejak awal pelaksanaan, pemerintah Arab Saudi menerapkan pengamanan berlapis dan menyediakan berbagai layanan pendukung guna memastikan kenyamanan jamaah selama menjalani seluruh prosesi ibadah.
Selama enam hari, para jamaah mengikuti rangkaian ritual yang menjadi inti ibadah haji, mulai dari wukuf di Padang Arafah, bermalam di Muzdalifah, melempar jumrah di Mina, hingga menunaikan tawaf wada sebagai penutup ibadah di Masjidil Haram, Makkah.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian tersebut, Arab Saudi menilai penyelenggaraan haji 2026 berhasil dilaksanakan dengan baik dan menjadi salah satu musim haji yang berjalan tertib berkat dukungan teknologi, manajemen layanan, dan sistem keamanan yang semakin modern.
Editor : Ali Mustofa