Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Persiapan Haji 2027 Mulai Dibahas, Kuota Indonesia Diperkirakan Tetap 221 Ribu Jamaah

Ali Mustofa • Selasa, 2 Juni 2026 | 16:02 WIB
Jamaah Haji Indonesia melaksanakan mabit di Muzdalifah. kuota haji Indonesia untuk 2027 berpeluang tetap 221.000, bahkan ada kemungkinan dapat tambahan. (Bayu Putra/JawaPos.com)
Jamaah Haji Indonesia melaksanakan mabit di Muzdalifah. kuota haji Indonesia untuk 2027 berpeluang tetap 221.000, bahkan ada kemungkinan dapat tambahan. (Bayu Putra/JawaPos.com)

RADAR KUDUS – Pemerintah Indonesia mulai melakukan langkah awal untuk mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027.

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, telah menggelar pertemuan dengan otoritas Arab Saudi guna membahas berbagai aspek penyelenggaraan haji untuk musim mendatang.

Pertemuan tersebut berlangsung pada Jumat (29/5) dan menjadi forum awal untuk membicarakan pelaksanaan haji 1448 Hijriah atau tahun 2027.

Dalam pembahasan itu, pemerintah Arab Saudi menyampaikan sejumlah gambaran awal terkait jadwal.

Kemudian tahapan pelaksanaan, serta ketentuan umum yang akan menjadi acuan bagi negara-negara pengirim jamaah haji.

Salah satu poin yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah terkait kuota haji Indonesia.

Meski belum ada pengumuman resmi mengenai jumlah kuota yang akan diberikan, indikasi awal menunjukkan bahwa jumlah jamaah Indonesia kemungkinan besar tetap sama seperti tahun ini.

Irfan Yusuf menjelaskan bahwa dalam dokumen awal yang diterima dari pihak Arab Saudi, Indonesia diminta mempersiapkan daftar jamaah dengan jumlah yang setara dengan kuota haji tahun berjalan.

“Kuota haji memang belum disampaikan secara resmi. Namun dalam dokumen tersebut terdapat arahan agar menyiapkan nama-nama jamaah sesuai angka kuota yang berlaku saat ini,” ujarnya di Makkah, Minggu (31/5) waktu setempat.

Dengan demikian, pemerintah Indonesia diminta menyiapkan sekitar 221.000 calon jamaah sebagai dasar perencanaan penyelenggaraan haji tahun depan.

Ada Peluang Mendapat Tambahan Kuota

Menurut Irfan, peluang berkurangnya kuota haji Indonesia sangat kecil.

Bahkan, ia membuka kemungkinan adanya tambahan kuota apabila kondisi dan kebijakan Arab Saudi memungkinkan.

“Insya Allah kuota tidak akan berkurang. Bahkan ada peluang tambahan kuota jika nanti ada kebijakan khusus dari pemerintah Arab Saudi,” katanya.

Meski demikian, tambahan kuota tentu memerlukan kesiapan dari berbagai pihak, termasuk dari sisi pembiayaan dan pengelolaan dana haji.

Irfan menilai secara teknis pemerintah cukup siap apabila sewaktu-waktu memperoleh tambahan kuota.

Namun, kesiapan finansial tetap menjadi faktor yang harus diperhitungkan secara matang.

Menurutnya, kemampuan pengelolaan dana oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian.

Sebelum memutuskan menerima tambahan jamaah dalam jumlah besar.

“Kalau dari sisi teknis kami siap. Namun yang juga harus dipertimbangkan adalah kesiapan pembiayaan, termasuk kemampuan BPKH dalam mendukung penyelenggaraan haji,” jelasnya.

Persiapan Lebih Awal Dinilai Sangat Penting

Pengalaman penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah.

Persiapan yang dilakukan lebih dini terbukti memberikan dampak positif terhadap kelancaran operasional di lapangan.

Mulai dari pengaturan akomodasi, transportasi, pelayanan jamaah, hingga koordinasi antarinstansi dapat berjalan lebih baik ketika seluruh proses dirancang sejak awal.

Karena itu, pemerintah berupaya memulai pembahasan haji 2027 jauh sebelum musim haji berlangsung agar seluruh kebutuhan jamaah dapat dipersiapkan secara optimal.

Dengan dimulainya komunikasi awal bersama pemerintah Arab Saudi, Indonesia berharap penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027 dapat berlangsung lebih tertata, nyaman, dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jamaah.

Editor : Ali Mustofa
#tambahan jamaah #Menteri Haji dan Umrah #ibadah haji #arab saudi #Pemerintah Indonesia